Laporkan Masalah

Pengaruh Penambahan Nano Hidroksiapatit Cangkang Kerang Abalon (Haliotis squamata) Terhadap Kekerasan dan Pertumbuhan Streptococcus mutans Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Evi Rusmawati, Dr. drg. Sri Budi Barunawati., M.Kes.,Sp. Pros., Subsp.PKIKG (K)

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Prostodonsia

 

Hidroksiapatit merupakan senyawa organik yang berpotensi meningkatkan sifat mekanis dari resin akrilik polimerisasi panas. Hidroksiapatit dapat disintesis dari bahan alam seperti limbah biogenik yaitu cangkang kerang. Kerang abalon (Haliotis squamata) merupakan salah satu kerang yang di budidayakan di indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nano-hidroksiapatit (nHA) dari cangkang kerang abalon (Haliotis squamata) terhadap kekerasan permukaan dan daya hambat pertumbuhan bakteri S.mutans pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas. 

Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan menggunakan sampel resin akrilik polimerisasi panas berbentuk plat dan cakram yang masing masing terbagi menjadi tiga kelompok perlakuan: kelompok kontrol,  akrilik dengan penambahan nHA 5%, dan akrilik dengan penambahan nHA 10%. Uji kekerasan dilakukan menggunakan alat Vickers microhardness tester, sedangkan daya hambat terhadap S.mutans diuji melalui metode dilusi cair.

Hasil uji menunjukkan nilai kekerasan tertinggi pada kelompok akrilik dengan penambahan nHA 5?n terendah pada kelompok kontrol. Nilai rerata jumlah pertumbuhan bakteri tertinggi pada kelompok kontrol dan terendah pada kelompok akrilik dengan penambahan nHA 10%. Hasil uji ANAVA satu jalur dan uji post hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok (p<0>S. mutans paling baik.


Hydroxyapatite is an organic materials with the potential to improve the mechanical properties of heat-polymerized acrylic resin. Hydroxyapatite can be synthesized from natural materials such as biogenic waste, including seashells. Abalone shell (Haliotis squamata) is one type of shellfish cultivated in Indonesia. This study aims to determine the effect of adding nano-hydroxyapatite (nHA) derived from abalone shell (Haliotis squamata) on surface hardness and the antibacterial activity against Streptococcus mutans of heat-polymerized acrylic resin used for denture bases.

This research is an experimental study using heat-polymerized acrylic resin samples in the form of plates and discs, which were divided into three groups: a control group (acrylic without nHA), and two treatment groups (acrylic with the addition of 5% nHA and 10% nHA, respectively). Surface hardness was tested using the Vickers microhardness tester, while antibacterial activity against S. mutans was assessed using the solid disc diffusion method.

The results showed that the highest surface hardness was observed in the acrylic group with 5% nHA addition, and the greatest inhibition of bacterial growth occurred in the group with 10% nHA. One-way ANOVA and LSD post hoc tests revealed significant differences (p<0>S. mutans.


Kata Kunci : Cangkang kerang abalon (Haliotis squamata), Plat akrilik polimerisasi panas, nano hidroksiapatit, Vickers microhardness tester, S.mutans

  1. SPESIALIS-2025-495890-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-495890-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-495890-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-495890-title.pdf