IDENTIFIKASI DAN ANALISIS POTENSI BAHAYA LONGSOR DI AREA RUAS JALAN MANGLONG DENGAN METODE PEMODELAN HIDROLOGI DAN STABILITAS LERENG
Shahlazavier Qori Sepasthika, Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Longsor menjadi salah satu bencana alam yang sering terjadi di area dengan morfologi berbukit, dominasi kemiringan lereng tinggi, serta tanah bertekstur lempung. Ruas Jalan Manglong menjadi salah satu area dengan kriteria seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi area yang memiliki potensi bahaya longsor tinggi serta menginterpretasi dinamika pemodelan hidrologi dengan stabilitas lereng untuk mendapatkan data potensi bahaya longsor di area ruas Jalan Manglong. Pemodelan TRIGRS dilakukan dengan menggunakan data spasial beresolusi tinggi dari LiDAR, data hidrologi dan meteorologi, serta parameter karakteristik tanah yang kemudian dibagi menjadi 24 zona untuk pemodelan TRIGRS di area penelitian. Pemodelan dijalankan dalam tiga periode (23, 24, dan 25 Februari 2024) dengan setiap periode memiliki akumulasi waktu sebesar 24 jam yang ini didasari oleh kejadian hujan ekstrem sebesar 91,453 mm/jam atau 0,0000254 m/detik pada tanggal 24 Februari 2024. Hasil dari pemodelan TRIGRS memberikan distribusi terkait faktor keamanan lereng, kedalaman bidang gelincir, tinggi tekanan air, arah aliran, aliran permukaan, serta validasi terhadap titik longsor aktual tahun 2024 dan interpretasi berdasarkan foto udara serta hillshade.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan stabilitas lereng secara progresif dari periode pertama hingga ketiga dengan ditandai oleh meluasnya area yang tidak stabil dan menyempitnya area dengan stabilitas lereng yang stabil. area yang terklasifikasi stabil (FS ? 1,25) menurun dari 1.126.429,5 m² pada periode pertama menjadi 1.095.857 m² di periode ketiga, atau berkurang sebesar 30.572,5 m² (2,71%). Sebaliknya, luas zona tidak stabil (FS ? 1,07) mengalami kenaikan sebesar 50,80%. Sementara itu, zona kritis (1,07 < FS>
Validasi pemodelan menunjukkan mayoritas poligon hasil terinterpretasi longsor berada di area dengan potensi bahaya longsor yang cukup tinggi. Area tersebut sebagian besar turut berasosiasi cukup dekat terhadap titik-titik longsor aktual di tahun 2024. Hal ini dapat memperkuat validasi model secara spasial dikarenakan zona dengan potensi bahaya longsor tinggi hasil pemodelan memang termasuk ke dalam satu sistem morfologi yang sama dengan lokasi longsor nyata.
Landslides are one of the most frequent natural disasters in areas with hilly morphology, predominantly steep slopes, and clay-textured soils. The Manglong Road section is one of the areas that meets these criteria as previously mentioned. This research aims to identify areas with high landslide hazard potential and to interpret the dynamics of hydrological modeling with slope stability in order to obtain data on landslide hazard potential in the Manglong Road section. TRIGRS modeling was carried out using high-resolution spatial data from LiDAR, hydrological and meteorological data, as well as soil characteristic parameters, which were then divided into 24 zones for TRIGRS modeling in the study area. The modeling was conducted over three periods (23, 24, and 25 February 2024), with each period having an accumulation time of 24 hours, based on an extreme rainfall intensity of 91.453 mm/hour or 0.0000254 m/s on 24 February 2024. The results of TRIGRS modeling provided distributions related to slope safety factors, slip surface depth, water pressure height, flow direction, surface runoff, as well as validation against actual landslide points in 2024 and interpretations based on aerial photographs and hillshade.
The research results show a progressive decrease in slope stability from the first to the third period, as indicated by the expansion of unstable areas and the contraction of areas with stable slope stability. The area classified as stable (FS ? 1.25) decreased from 1,126,429.5 m² in the first period to 1,095,857 m² in the third period, or reduced by 30,572.5 m² (2.71%). Conversely, the area of the unstable zone (FS ? 1.07) increased by 50.80%. Meanwhile, the critical zone (1.07 < FS>
Model validation shows that the majority of interpreted landslide polygons are located in areas with relatively high landslide hazard potential. Most of these areas are also closely associated with the actual landslide points recorded in 2024. This spatial agreement strengthens the model validation, as the zones with high landslide hazard potential resulting from the modeling belong to the same geomorphological system as the real landslide locations.
Kata Kunci : longsor, stabilitas lereng, TRIGRS, hidrologi, curah hujan