PENGARUH KELANGKAAN TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENYESALAN DAN GETOK TULAR NEGATIF
Muhammad Hanif Ibrahim, Naila Zulfa, M.A., M.S., PGDip., Ph.D., FHEA
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Strategi kelangkaan seperti penjualan kilat dalam lokapasar daring seringkali
memicu perilaku pembelian impulsif konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh kelangkaan terhadap pembelian impulsif dengan
mempertimbangkan peran mediasi gairah dan takut ketinggalan, serta mengevaluasi
konsekuensi dari pembelian impulsif berupa penyesalan dan getok tular negatif. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 368 responden pengguna
aktif lokapasar daring di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan
30 indikator pengukuran, selanjutnya dianalisis menggunakan metode Partial
Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan menggunakan
perangkat lunak SmartPLS 4. Model penelitian menggunakan pendekatan second-order
construct tipe 2 reflektif–formatif untuk menangkap dimensi kompleks
kelangkaan terhadap variabel pembelian impulsif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kelangkaan berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif, baik
secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi gairah dan takut
ketinggalan. Selain itu, pembelian impulsif terbukti berdampak pada peningkatan
penyesalan dan kecenderungan menyebarkan getok tular negatif. Temuan ini
memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi promosi pemasaran
lokapasar daring yang lebih etis dan berbasis pemahaman psikologis konsumen,
serta menjadi bahan refleksi bagi konsumen agar lebih sadar terhadap
konsekuensi emosional dan sosial dari keputusan pembelian yang impulsif.
Scarcity
strategies, such as flash sales on online marketplaces, often trigger consumer
impulse buying behavior. This study aims to analyze the effect of scarcity on
impulse buying, considering the mediating roles of arousal and fear of missing
out, and to evaluate the consequences of impulsive buying, including regret and
negative word of mouth. This study employed a quantitative approach, involving
368 respondents who are active users of online marketplaces in Indonesia. Data
were collected through a questionnaire with 30 measurement indicators, then
analyzed using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM)
method using SmartPLS 4 software. The research model uses a second-order
construct type 2 reflective-formative approach to capture the complex
dimensions of scarcity on impulse buying variables. The results indicate that
scarcity has a significant impact on impulsive buying, both directly and
indirectly through the mediation of arousal and the fear of missing out.
Additionally, impulsive buying has been shown to increase regret and the
tendency to spread negative word of mouth. These findings contribute to the
development of more ethical online marketplace marketing promotion strategies
based on an understanding of consumer psychology. They also serve as a
reflection for consumers to become more aware of the emotional and social consequences
of impulsive purchasing decisions.
Kata Kunci : Penjualan Kilat, Lokapasar Daring, Kelangkaan, Gairah, Takut Ketinggalan, Pembelian Impulsif, Penyesalan, Getok Tular Negatif.