Laporkan Masalah

Peran Keyakinan Kesehatan dan Emosi Antisipatif terhadap Perilaku Konsumsi Minuman Manis

Sarah Nailussaadah, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Psikologi

Konsumsi minuman manis berlebihan merupakan isu penting di bidang kesehatan masyarakat, namun aspek psikologis yang mendasarinya masih belum sepenuhnya diteliti. Salah satu diskursus mengenai hal tersebut yaitu dinamika faktor kognitif dan afektif secara simultan terhadap perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dari faktor kognitif yaitu keyakinan kesehatan dan faktor afektif berupa emosi antisipatif dalam menjelaskan perilaku konsumsi minuman manis. Partisipan penelitian merupakan individu sehat berusia 19–44 tahun. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan menyebarkan formulir daring dengan teknik convenience sampling. Analisis data dengan PLS- SEM menunjukkan keyakinan kesehatan berperan negatif terhadap konsumsi minuman manis (? = -0.322; 95% CI = -0.457, -0.227), sedangkan emosi antisipatif berperan positif (? = 0.342; 95% CI = 0.231, 0.446). Temuan ini menunjukkan bahwa baik evaluasi kognitif maupun respons afektif memberikan kontribusi terhadap perilaku konsumsi. Oleh karena itu, intervensi yang mengintegrasikan pendekatan kognitif dan afektif bersama-sama diharapkan akan lebih efektif dalam mendukung perubahan perilaku konsumsi minuman manis secara berkelanjutan.

Excessive sugar-sweetened beverage (SSB) consumption is a major public health concern, yet the underlying psychological factors remain underexplored. One relevant discourse highlights the simultaneous influence of cognitive and affective factors on behavior. This study aims to examine the role of cognitive factors, namely health beliefs, and affective factors in the form of anticipatory emotions in explaining SSB consumption behavior. The participants were healthy individuals aged 19–44 years. This study employed a cross-sectional design using an online survey distributed through convenience sampling. Data were analyzed using PLS-SEM, and the results showed that health beliefs had a negative effect on SSB consumption (? = -0.322; 95% CI = -0.457, -0.227), while anticipatory emotions had a positive effect (? = 0.342; 95% CI = 0.231, 0.446). These findings indicate that both cognitive evaluations and affective responses simultaneously contribute to consumption behavior. Therefore, interventions that integrate both cognitive and affective approaches are expected to be more effective in supporting sustainable changes in sugary drink consumption behavior.

Kata Kunci : emosi antisipatif, integrasi kognitif dan afektif, konsumsi minuman manis, model keyakinan kesehatan

  1. S2-2025-525426-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525426-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525426-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525426-title.pdf