Laporkan Masalah

PENGARUH AKTIVITAS MEROKOK TERHADAP SITUATIONAL AWARENESS SAAT MENGENDARAI MOBIL PADA PEROKOK AKTIF

Trie Widayahno, Ir. Andi Rahadiyan Wijayanto, S.T., M.Sc. Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Aspek kognitif sangat berperan dalam membentuk perilaku dan kinerja individu. Kinerja dalam aspek kognitif banyak melibatkan faktor mental akibat interaksi antara manusia dengan kondisi lingkungan sekitar dan faktor kebiasaan sehingga mempengaruhi proses dan hasil kinerja. Aktivitas merokok merupakan suatu kebiasaan yang telah diketahui memiliki dampak cukup besar terhadap mental (kognitif) perokok. Pengendara mobil yang termasuk perokok aktif menganggap rokok sebagai stimulan agar mereka lebih berkonsentrasi saat mengendarai mobil sehingga tingkat kesadaran, kewaspadaan, dan antisipatif mereka dapat lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas merokok terhadap task kognitif yang diberikan berupa situational awareness saat mengendarai mobil pada perokok aktif. Situational awareness adalah persepsi terhadap elemen-elemen yang ada pada lingkungan sekitar dalam waktu dan ruang yang sama, pemahaman terhadap maksud dari elemen-elemen tersebut dan proyeksinya pada masa yang akan datang (Endsley, 1988). Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 34 responden laki laki yang berusia rata-rata 21 tahun. Keseluruhan responden dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 17 perokok ringan dan 17 perokok sedang. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh variabel independen yaitu diberikan dan tidak diberikannya perlakuan merokok terhadap variabel dependen berupa tingkat situational awareness level 1 (persepsi), level 2 (komprehensif), dan level 3 (proyeksi). Ketiga level tersebut diasumsikan memiliki proses konstruksi yang terpisah. Penelitian ini berlangsung selama 70 menit dan terdiri dari 2 sesi pengujian. Pengujian sesi pertama adalah pengujian responden yang tidak dalam pengaruh rokok (minimal 2 jam) sebelum melakukan task dan sesi kedua adalah pengujian responden dengan pengaruh rokok. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software driving simulator 2011 dengan alat pendukung berupa stirring dan pedal controller. Pengujian yang dilakukan sesuai metode pengujian SAGAT (Situational Awareness Globe Assessment Technique). Sistem akan di freeze di tengah waktu pengujian yang sedang berjalan. Setelah itu responden diberikan kuesioner berisi pertanyaan yang melingkupi SA1, SA2, dan SA3 sehingga pertanyaan tersebut dapat merepresentasikan tingkat situational awareness responden saat mengendarai mobil. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh tingkat situational awareness pada kelompok perokok ringan dan perokok sedang antara perlakuan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas merokok. Selain itu tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada situational awareness level 1 antara perlakuan sebelum dan sesudah responden melakukan aktivitas merokok, namun diperoleh perbedaan yang signifikan pada situational awareness level 2 dan level 3. Setelah responden melakukan aktivitas merokok didapatkan peningkatan situational awareness level 2 dengan rata-rata peningkatan 0,129 dan pada level 3 dengan rata-rata peningkatan 0,165 dari sebelumnya.

Kata Kunci : merokok, situational awareness, kognitif, perokok aktif

  1. S1-FTK-2013-Trie_Widayahno-abstarct.pdf  
  2. S1-FTK-2013-Trie_Widayahno-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2013-Trie_Widayahno-tableofcontent.pdf