Laporkan Masalah

Efek Penggunaan Transportasi Pribadi terhadap Tingkat Upah Bersih di Indonesia

Septiandi Nurman, Evi Noor Afifah, Dr., S.E., M.S.E.,

2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan transportasi pribadi terhadap upah pekerja di Indonesia, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah. Ketidaksesuaian spasial (spatial mismatch), yaitu ketidaksesuaian geografis antara tempat tinggal dan lokasi pekerjaan, menjadi tantangan utama dalam mobilitas tenaga kerja, terutama di wilayah metropolitan seperti Jabodetabek. Sumber data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2019 dan 2020 dalam penelitian ini menerapkan metode ordinary least square (OLS) dan instrumental variable (IV) untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan transportasi pribadi dan upah pekerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan transportasi pribadi memiliki hubungan negatif dengan upah logaritmik, yang dapat disebabkan oleh biaya tambahan seperti cicilan kendaraan dan bahan bakar. Jarak ke tempat kerja menjadi faktor signifikan dalam mendorong penggunaan transportasi pribadi, dengan pekerja yang menempuh jarak lebih dekat cenderung memilih kendaraan pribadi. Variabel kontrol seperti usia, tingkat pendidikan, dan pelatihan bersertifikat juga memberikan kontribusi signifikan terhadap variasi upah. 

Penelitian ini menyoroti pentingnya meningkatkan aksesibilitas transportasi pribadi dan infrastruktur transportasi umum untuk mengatasi ketimpangan geografis dan meningkatkan mobilitas tenaga kerja. Implikasi kebijakan meliputi subsidi penggunaan kendaraan, kredit terjangkau, dan perbaikan infrastruktur transportasi di wilayah yang kurang terlayani.

This study analyzes the impact of private transportation ownership on workers' wages in Indonesia, particularly among low-income groups. Spatial mismatch, defined as the geographical mismatch between residential locations and job sites, poses a significant challenge to labor mobility, especially in metropolitan areas like Greater Jakarta (Jabodetabek). Using data from the 2019 National Labor Force Survei (SAKERNAS), this study applies ordinary least square (OLS) and instrumental variable (IV) methods to evaluate the relationship between private transportation ownership and workers' wages.

The results indicate a negative relationship between private transportation ownership and logarithmic wages, which may be attributed to additional costs such as vehicle loans and fuel expenses. Distance to the workplace is a significant factor driving the use of private transportation, with workers traveling shorter distances more likely to use private vehicles. Other variables, such as age, education level, and certified training, also significantly contribute to wage variations.

This study highlights the importance of improving access to private transportation and public transport infrastructure to address geographical disparities and enhance labor mobility. Policy implications include vehicle ownership subsidies, affordable credit, and infrastructure development in underserved areas.

Kata Kunci : transportasi pribadi, upah, spatial mismatch, mobilitas tenaga kerja

  1. S1-2025-429478-abstract.pdf  
  2. S1-2025-429478-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-429478-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-429478-title.pdf