Laporkan Masalah

Pemetaan Tingkat Bahaya Erosi dan Sedimentasi Sebagai Dasar Prioritas Rehabilitasi Hutan dan Lahan di DAS Juwana

Sabri Hasan, Dr. Drs. Senawi, M.P., IPU.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana merupakan DAS prioritas nasional yang sering mengalami banjir dan kekeringan. Hal tersebut diduga diakibatkan oleh erosi dan sedimentasi jangka panjang yang menyebabkan pendangkalan sungai-sungai di DAS Juwana. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi besarnya erosi tahunan, tingkat bahaya erosi, dan besarnya sedimentasi tahunan yang juga digunakan sebagai dasar prioritas rehabilitasi hutan dan lahan.

Pendugaan erosi tahunan, tingkat bahaya erosi, dan sedimentasi tahunan menggunakan metode kombinasi Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE), Erosi yang diperbolehkan (EDP) dan Sediment Delivery Ratio (SDR). Data parameter erosi dan tingkat bahaya erosi dikumpulkan melalui pengamatan lapangan, studi literatur, dan data sekunder. Data parameter SDR berupa luas sub-DAS. Pengolahan data dan analisis dilakukan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Prioritas rehabilitasi hutan dan lahan dirumuskan dalam dua skema, yaitu skema I pada tingkat sub-DAS berdasarkan tingkat bahaya erosi rata-rata dan total sedimen tahunan sub-DAS; dan skema II pada tingkat yang lebih kecil berdasarkan tingkat bahaya erosi dan sub-DAS prioritas dari skema I.

Hasil estimasi erosi tahunan DAS Juwana menghasilkan nilai rata-rata 115.9 ton/ha/tahun. Hasil estimasi sedimentasi tahunan yang dilepaskan dari tiap Sub DAS antara 156.786,60 ton/tahun dari Sub-DAS Piji dengan nilai SDR 0,126 hingga 444.295,54 ton/tahun dari Sub-DAS Sukosungging dengan nilai SDR 0,089. Prioritas RHL berdasarkan skema I di tingkat sub-DAS dari prioritas pertama hingga terakhir secara berurutan yaitu Sub-DAS Sukosungging, Wates, Logung dan Sani, Landaraguna, serta Gungwedi dan Piji. Prioritas RHL berdasarkan skema II di tingkat yang lebih kecil dapat digunakan sebagai alternatif dengan pertimbangan lainnya.

Juwana Watershed is a national priority watershed that often experiences floods and droughts. This is thought to be caused by long-term erosion and sedimentation that causes siltation of the rivers in the Juwana Watershed. This study aims to estimate the amount of annual erosion, the level of erosion hazard, and the amount of annual sedimentation which is also used as a basis for forest and land rehabilitation (RHL) priorities.

Estimation of annual erosion, erosion hazard level, and annual sedimentation uses a combination method of Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE), Allowable Erosion (EDP), and Sediment Delivery Ratio (SDR). Data on erosion parameters and erosion hazard levels were collected through field observations, literature studies, and secondary data. SDR parameter data is in the form of sub-watershed area. Data processing and analysis were conducted using a geographic information system (GIS). Forest and land rehabilitation (RHL) priorities were formulated in two schemes, namely scheme I at the sub-watershed level based on the average erosion hazard level and total annual sediment of the sub-watershed; and scheme II at a smaller level based on the erosion hazard level and sub-watersheds priority from scheme I.

The annual erosion estimation results average annual erosion of 115,9 ton/ha/year. Annual sedimentation estimation results ranged from 156,786.60 ton/year from the Piji Sub-watershed with an SDR value of 0.126 to 444,295.54 ton/year from the Sukosungging Sub-watershed with an SDR value of 0.089. Prioritization of RHL based on scheme I at the sub-watershed level from first to last priority in order are Sukosungging, Wates, Logung and Sani, Landaraguna, Gungwedi and Piji sub-watersheds. Prioritization of RHL based on scheme II at the smaller level can be used as alternative with other considerations.

Kata Kunci : RUSLE, EDP, SDR, DAS Juwana, SIG

  1. S1-2025-478764-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478764-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478764-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478764-title.pdf