Peran Perbandingan Sosial terhadap Kesejahteraan Subjektif dengan Mediator Harga Diri pada Individu Dewasa Muda Pengguna Instagram
ERLYSA PUTRI HERMAWAN, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Pesatnya penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari telah membantu individu dewasa awal untuk membentuk hubungan, membangun karir, hingga menentukan gaya hidup yang sesuai. Penggunaan media sosial membantu dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif. Namun, adanya perbandingan sosial selama menggunakan media sosial memberikan dampak dalam menurunkan tingkat kesejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana kesejahteraan subjektif dipengaruhi oleh perbandingan sosial dengan harga diri sebagai perantaranya. Penelitian ini melibatkan 175 partisipan (laki-laki = 60 partisipan, perempuan = 115 partisipan) yang merupakan dewasa muda dengan rentang usia 18-26 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Satisfaction with Life Scales (SWLS), Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM), dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Penelitian ini menggunakan analisis mediasi dengan pendekatan Hayes dan bootstrap 5000 re-sample. Ditemukan bahwa perbandingan sosial mempengaruhi kesejahteraan subjektif dengan harga diri sebagai perantaranya. Temuan ini menekankan pentingnya kewaspadaan atas perbandingan sosial yang timbul selama menggunakan Instagram pada dewasa muda untuk meminimalisir rendahnya harga diri dan kesejahteraan subjektif.
The rapid use of social media in daily life has helped young adults to form relationships, build careers, and determine suitable lifestyles. The use of social media helps in enhancing subjective well-being. However, the presence of social comparison while using social media has an impact on lowering the level of subjective well-being. This research aims to examine how subjective well-being is influenced by social comparison using self-esteem as a mediator to explain the relationship between them. This research involved 175 participants (male = 60 participants, female = 115 participants) who were young adults ages 18-26 years. The instruments used included the Satisfaction with Life Scales (SWLS), Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM), and Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). This study uses mediation analysis with the Hayes approach and bootstrapping with 5000 resamples. It was found that social comparison influences subjective well-being with self-esteem as a mediator. These findings emphasize the importance of vigilance regarding social comparison that arises while using Instagram among young adults to minimize low self-esteem and subjective well-being.
Kata Kunci : kesejahteraan subjektif, perbandingan sosial, social comparison, harga diri, self-esteem