Laporkan Masalah

Hasil guna pemberian nutrisi suplemen (Royal Jelly) pada penderita stroke infark akut

NUGRAHA, Bunyamin, Prof.Dr.dr. Rusdi Lamsudin, M.Med.Sc.,SpS(K)

2004 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit Saraf

Stroke infark akut termasuk kedaruratan neurologis, mortalitas dan morbiditasnya cukup tinggi. Akibat stroke, status gizi seseorang bisa memburuk yang akhirnya akan menyebabkan outcome buruk saat keluar dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan outcome penderita stroke infark yang diberi nutrisi suplemen (royal jelly) dengan yang tidak pada saat fase akut (1 minggu). Penderita stroke infark akut yang baru pertama kali menderita, dengan onset kurang dari 72 jam, dimasukkan ke dalam penelitian. Data tentang status nutrisi dan prediktor klinis outcome lainnya dicatat. Penelitian dilakukan di Instalasi inap Bagian Ilmu Penyakit Saraf RS DR. Sardjito Yogyakarta dan rumah sakit yang bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Metoda penelitian yang dilakukan berupa Randomized mono blind controlled trial (RCT). Analisis statistik yang digunakan berupa unpaired t-test dan X2-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini 33 orang mendapat nutrisi tambahan royal jelly dan 33 orang mendapat plasebo (tanpa nutrisi tambahan). Dari kelompok nutrisi tambahan 2 orang dikeluarkan karena yang satu orang pulang pada hari ke tiga, dan yang satunya lagi didiagnosis sebagai tumor otak. Penelitian ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fungsional dan mempertahankan kualitas hidup penderita stroke. Dari hasil penelitian didapatkan rerata kenaikan nilai Skala Stroke Gadjah Mada dan Modifikasi Indeks Barthel pasien yang mendapatkan nutrisi tambahan yaitu 4,4+0,6 dan 15,0+4,7 lebih baik dibanding kelompok tanpa nutrisi tambahan yaitu 1,1+0,2 dan 5,0+1,7 secara bermakna dengan nilai p<0,001.

Acute Infarct Stroke is one of neurological emergency, its mortality and morbidity is considerably high. In this disease, nutritional status might be declined, which had impact on its clinical outcome. The aim of this study is to compare the outcome of acute infarct stroke treated with food nutritional supplementation (royal jelly) and treated with placebo, in acute phase of stroke. Patients admitted to hospital with a recent ischaemic stroke, the onset of less than 72 hours, were enrolled in this study. Data on nutritional status and other clinical predictor of outcome were collected. This study was done in Neurology Department Ward DR. Sardjito Hospital Yogyakarta and General Hospitals that cooperated with Faculty of Medicine Gadjah Mada University. Methodological approach used was Randomized mono blind controlled trial (RCT). Statistical analyses used were unpaired t-test and X2-test. Thirty-three (33) patients received food nutritional supplementation (royal jelly), compared with thirty-three (33) patients received placebo. Two (2) patients from nutritional supplementation group were excluded, because one (1) patient was out from hospital on third day of treatment, and one (1) patient was diagnosed as cerebral tumor. The effects of supplement intervention in acute infarct stroke patients may faster their healing and maintain quality of life. The results of this study were the increase of means of Gadjah Mada Stroke Scale and Modified Barthel Index of nutritional supplementation group were 4,4+0,6 and 15,0+4,7 have better outcome (improved) than placebo group 1,1+0,2 and 5,0+1,7 significantly, with p account<0,001.

Kata Kunci : Stroke Infark Akut, Nutrisi Suplemen, Madu, Acute Infarct Stroke – nutritional supplementation - Out come - GMSS.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.