Laporkan Masalah

Strategi Pengembangan Desa Wisata Tebing Tinggi Okura Berdasarkan 3A dan SMI

Ammar Ar Ra'uuf S, Mohammad Isnaini Sadali, S.Si., M.Sc.

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kota Pekanbaru, sebagai ibu kota Provinsi Riau, memiliki potensi pariwisata yang kaya, yang mencakup keindahan alam, budaya lokal, serta berbagai objek wisata buatan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi daerah. Salah satu area yang memiliki potensi besar adalah Kecamatan Rumbai Timur, khususnya Desa Wisata Tebing Tinggi Okura. Desa ini menawarkan berbagai atraksi wisata menarik, seperti wisata susur Sungai Siak, pelestarian budaya Melayu, serta taman bunga sebagai ruang terbuka hijau. Meskipun demikian, desa ini juga menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal aksesibilitas fisik dan digital, kurangnya fasilitas pendukung seperti tempat ibadah, serta pengelolaan atraksi yang masih kurang optimal. Selain itu, kelembagaan dan sdm lokal juga perlu ditingkatkan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dan merumuskan strategi pengembangan Desa Wisata Tebing Tinggi Okura di Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru. Evaluasi dilakukan berdasarkan pendekatan konsep 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) yang dikombinasikan dengan analisis aspek sumber daya manusia (SDM), masyarakat lokal, dan pelaku industri pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan stakeholder, dan penyebaran kuisioner kepada masyarakat lokal. Teknik analisis yang digunakan mencakup analisis pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi peran dan kepentingan aktor terkait, serta analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) untuk merumuskan strategi pengembangan yang bersifat partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Tebing Tinggi Okura memiliki potensi atraksi yang kuat seperti wisata susur sungai, taman bunga, dan budaya Melayu. Namun, masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur, belum optimalnya fasilitas umum (toilet, akses jalan, internet), serta belum meratanya kapasitas kelembagaan masyarakat dan pelaku wisata. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi peningkatan kualitas atraksi wisata, perbaikan aksesibilitas fisik dan digital, penguatan amenitas desa, pemberdayaan SDM lokal melalui pelatihan dan pendampingan, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan wisata berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan dengan mengutamakan pelibatan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi.

Pekanbaru, the capital city of Riau Province, has a rich tourism potential, including natural beauty, local culture, and various man-made tourist attractions that can be developed to boost the regional economy. One area with significant potential is the East Rumbai Subdistrict, specifically Tebing Tinggi Okura Tourism Village. This village offers several attractive tourist attractions, such as a boat tour along the Siak River, the preservation of Malay culture, and a flower garden as a green open space. However, the village faces several challenges, particularly in terms of physical and digital accessibility, a lack of supporting facilities such as places of worship, and suboptimal management of the attractions. Additionally, local institutions and human resources need improvement.

This study aims to evaluate the potential and formulate development strategies for Tebing Tinggi Okura Tourism Village, located in Rumbai Timur Subdistrict, Pekanbaru City. The evaluation is based on the 3A concept (Attraction, Accessibility, and Amenity) combined with the analysis of human resources, local communities, and tourism industry actors. The research uses a qualitative descriptive method, with data collected through observation, in-depth interviews with key stakeholders, and questionnaires distributed to local residents. The analysis techniques employed include stakeholder analysis to identify roles and levels of interest, as well as SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) analysis to formulate participatory and locally driven development strategies.

The results indicate that Tebing Tinggi Okura has strong potential in attractions such as river tourism, flower gardens, and rich Malay cultural heritage. However, several challenges remain, including limited infrastructure, underdeveloped public amenities (e.g., toilets, road access, internet), and uneven community and tourism actor capacities. The proposed strategies include improving the quality of tourism attractions, enhancing physical and digital accessibility, strengthening village amenities, empowering local human resources through training and mentoring, and fostering collaboration among government, community, and private sectors. This research recommends inclusive and sustainable community-based tourism development by prioritizing local community involvement as key stakeholders in destination management.

Kata Kunci : Desa Wisata, Pengembangan desa wisata, 3A, SMI, SOAR

  1. S1-2025-475268-abstract.pdf  
  2. S1-2025-475268-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-475268-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-475268-title.pdf