Laporkan Masalah

Pengaruh phenol dan ammonia akibat limbah cair industri minyak terhadap kualitas air sungai Muaraberau di delta Mahakam Kalimantan Timur

Lia Amelia, Drs. Darmakusuma Darmanto, Dip.H.; M.S.; Dra. Margaertha Widyastuti, M.T.

2005 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini berjudul " Pengaruh Phenol dan Ammonia Akibat Limbah Cair Industri Minyak terhadap Kualitas Air Sungai Muaraberau Delta Mahakam Kalimantan Timur (Studi Kasus Total E&P Indonesie)". Tujuan penelitian yaitu 1) mengetahui besar kandungan phenol, ammonia serta kualitas fisik limbah cair industri minyak; 2) mengetahui dan menganalisis kandungan phenol, ammonia serta kualitas fisik air Sungai Muaraberau terhadap baku mutu air untuk budidaya perikanan; 3) menggambarkan penyebaran phenol dan ammonia di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penentuan titik pengambilan sampel adalah " Purposive Sampling" dengan pertimbangan adanya sungai-sungai kecil serta industri-industri selain industri minyak Total E&P Indonesie. Data primer berasal dari hasil pengukuran lapangan dan analisa laboratorium, data sekunder berasal dari Industri Minyak Total E&P Indonesia serta dari berbagai instansi yang terkait. Pengaruh phenol dan ammonia dalam limbah cair terhadap kualitas air sungai dianalisa dengan diagram batang di dalam peta daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah industri minyak menyebabkan kenaikkan kadar phenol dan kekeruhan serta menurunkan pH air Sungai Muaraberau sebagai penerima limbah. Sebelum terkena limbah kadar phenol 0.08 mg/l, kekeruhan 58 FTU dan pH 6,11. Setelah dimasuki limbah kadar phenol dan kekeruhan naik menjadi 0,20 mg/l dan 61,7 FTU serta pH air turun menjadi 5,8. Kadar phenol dan ammonia dalam limbah cair mempengaruhi kadar phenol, ammonia dan pH air sungai, sedangkan temperatur, DO dan kekeruhan dalam air sungai tidak terpengaruh phenol dan ammonia yang terdapat dalam limbah cair. Penurunan kualitas air Sungai Muaraberau bukan hanya disebabkan oleh masuknya limbah dari industri minyak tetapi dari hulu sungai sudah menunjukkan kualitas air yang buruk. Hal ini disebabkan karena ada industri-industri lain yang beroperasi di bagian hulu Sungai dan juga limbah dari penduduk setempat. Menurut Keputusan Gubernur KalTim No. 339 Tahun 1988 tentang baku mutu air laut untuk Budidaya Perikanan, air Sungai Muaraberau tidak dapat digunakan untuk budidaya perikanan karena tingginya kadar phenol dan kekeruhan serta rendahnya pH air sungai sampai jarak 1600 m setelah terkena limbah, sedangkan untuk kadar ammonia dan parameter fisik lainnya masih memenuhi Standar Baku Mutu Air Laut untuk Budidaya Perikanan.

-

Kata Kunci : Limbah industri minyak, kualitas air, phenol, ammonia,Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur

  1. S1-2005-135390-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-135390-Blibliography.pdf  
  3. S1-2005-135390-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-135390-Title.pdf