Hubungan kecerdasan emosi dengan kecemasan pada siswa SMU :: Analisis komparasi antara siswa SMU Negeri 3 Jogjakarta dengan siswa SMU Taruna Nusantara
SUKARDIANSYAH, Prof.Dr.dr. H. Soewadi, MPH.,SpKJ(K)
2004 | Tesis | PPDS I Ilmu Kedokteran JiwaLatar belakang: Reaksi yang mendasari kecemasan adalah kewaspadaan terhadap bahaya, bila rasa takut memicu otak emosional maka bagian dari rasa cemas akan memusatkan perhatian untuk mencari pemecahan positif akan risiko dalam kehidupan. Menjaga agar emosi yang merisaukan tetap terkendali dapat dilakukan dengan adanya kemampuan mengelola emosi yang disebut sebagai kecerdasan emosi. Individu yang memiliki kecerdasan emosi lebih mampu mengendalikan diri dan mampu memotivasi diri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan kecemasan pada siswa SMU Negeri 3 dan SMU Taruna Nusantara, dan komparasi kecerdasan emosi dan kecemasan di kedua SMU. Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional study dengan jumlah subyek penelitian 204 orang, yang terdiri dari 95 siswa SMU Negeri 3 Jogjakarta dan 109 siswa SMU Taruna Nusantara. SMUN 3 Jogjakarta memiliki pola pendidikan dengan penegakan peraturan disiplin yang bersifat umum dan siswa tidak tinggal dalam asrama sekolah, sedangkan SMU Taruna Nusantara memiliki pola pendidikan dengan penegakan peraturan disiplin yang sangat ketat dan harus tinggal di asrama sekolah dengan pengawasan. Instrumen yang digunakan adalah BarOn Emotional Quotient Inventory:Youth Version, Instrumen Penilaian Stresor Psikososial, dan Instrumen Keakraban Remaja - Orang tua. Analisis menggunakan t-test, chi-square test, dan regresi berganda SPSS 10.0. Hasil: Kecemasan siswa SMU Negeri 3 dan SMU Taruna Nusantara berhubungan negatif bermakna dengan subskala manajemen stres (B:-0,445; p<0,01) dan general mood (B:-0,318; p<0,05), dan berhubungan positif bermakna dengan subskala interpersonal (B:0,299; p<0,05). Tidak mempunyai hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan subskala intrapersonal (B:0,040; p>0,05), subskala penyesuaian diri (B:0,039; p>0,05), dan kecerdasan emosi total (B:0,031; p>0,05). Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kecemasan siswa SMU Negeri 3 dengan SMU Taruna Nusantara (p>0,05). Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kecerdasan emosi total, subskala intrapersonal, subskala interpersonal, subskala manajemen stres, subskala penyesuaian diri, serta subskala general mood siswa SMU Negeri 3 dengan SMU Taruna Nusantara (p>0,05). Kesimpulan: Kecerdasan emosi subskala interpersonal, manajemen stres dan general mood siswa SMU Negeri 3 dan SMU Taruna Nusantara mempunyai hubungan bermakna dengan kecemasan. Tidak ada perbedaan bermakna antara kecemasan siswa SMU Negeri 3 dengan SMU Taruna Nusantara. Tidak ada perbedaan bermakna antara kecerdasan emosi siswa SMU Negeri 3 dengan SMU Taruna Nusantara
Background: The reaction that underlies anxieties is vigilance of danger. When fear excites emotional brain, fear will focus its attention to identify positive solution and risk in life. Emotion can be kept under control by good emotional management or widely known as emotional intelligence. Individuals with good emotional intelligence will be good at self-control and self- motivating. Objectives: To determine the association between emotional intelligence and anxiety of the students of SMU Negeri 3 dan SMU Taruna Nusantara, and the comparison of emotional intelligence and anxiety in both SMU. Method: The design of the study is cross-sectional involving 204 subjects consisting of 95 students of SMU Negeri 3 Jogjakarta and 109 students of SMU Taruna Nusantara. SMU Negeri 3 have an educational patern with general discipline inforcement and the students don’t stay in school dormitery, while SMU Taruna Nusantara have an educational patern with tight and supervised discipline inforcement and the students have to stay in school dormitery. The study employed BarOn Emotional Quotient Inventory:Youth Version, Psychosocial Stressor Assesment, and Teenager-Parents Intimacy. The data are analyzed by t-test, chi-square test, logistic regression and crosstab SPSS 10.0. Results: The anxiety among the students of SMU Negeri 3 and SMU Taruna Nusantara has negative significant association with stress management subscale (B:-0.445; p<0.01) and general mood subscale (B:-0.318; p<0.05), and has positive significant association with interpersonal subscale (B:0.299; p<0.05). There is no significant association between anxiety and intrapersonal subscale (B:0.040; p>0.05), adaptation subscale (B:0.039; p>0.05), and total emotional intelligence (B:0.031; p>0.05). There is no significantly different the anxiety between the students of SMU Negeri 3 and SMU Taruna Nusantara (p>0,05). There is no significant difference for total emotional intelligence and intrapersonal and Interpersonal and stress management and adaptation and general mood subscales (p>0,05) in both SMU. Conclusions: Emotional intelligence interpersonal, stress management and general mood subscales of the students of SMU Negeri 3 and SMU Taruna Nusantara is significantly associated with anxiety. There is no significant difference the anxiety between the students of SMU Negeri 3 and SMU Taruna Nusantara. There is no significant difference for total emotional intelligence and intrapersonal and Interpersonal and stress management and adaptation and general mood subscales in both SMU.
Kata Kunci : Kecerdasan Emosi,Kecemasan, Anxiety – Emotional intelligence – High School students