Faktor prognostik kematian neonatus di Instalasi Maternal Perinatal RS Dr. Sardjito, Yogyakarta
RAHAYUNINGSIH, Triyanti, dr. Sedya Wandita, Sp.A.,M.Kes
2004 | Tesis | PPDS I Ilmu Kesehatan AnakLatar Belakang. Angka mortalitas neonatus di Indonesia masih cukup tinggi. Banyak faktor yang secara langsung mempengaruhi prognosis dari kehidupan neonatus. Diharapkan dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi prognosis neonatus, dapat dilakukan tindakan pencegahan maupun perawatan yang adekuat secara dini sehingga dapat memperbaiki outcome neonatus. Tujuan penelitian. Untuk menentukan faktor-faktor prognostik kematian neonatus di Instalasi Maternal Perinatal RS Dr. Sardjito Yogyakarta dan seberapa besar kontribusi masing-masing faktor tersebut dalam menentukan outcome neonatus. Desain Penelitian. Case control. Metode. Seratus dua puluh tiga bayi yang dirawat di Instalasi Maternal Perinatal mulai bulan Februari 2003 sampai Februari 2004 diikutsertakan dalam penelitian, terdiri atas 41 bayi lahir hidup, yang akhirnya meninggal dalam perawatan dan 82 bayi yang hidup diukur pada saat pulang, data diambil dari rekam medis. Kasus adalah bayi yang meninggal, kontrol adalah bayi yang hidup, kemudian dicari adanya faktor prognostik. Hasil. Faktor yang berhubungan dengan kematian neonatus pada analisis univariat adalah sepsis (OR=4,26;IK 95% 1,9-9,4), prematuritas (OR=3,26;IK 95% 1,5-7,2), berat lahir rendah (OR=3,41;IK 95% 1,6-7,5), kelainan kongenital mayor (OR=4,29;IK 95% 1,6- 11,5), nilai apgar rendah (OR=4,18;IK 95% 1,1-17,7) dan penyakit membran hialin (OR=12,9;IK 95% 2,7-62,3). Pada analisis multivariat, yang berhubungan bermakna dengan kematian neonatus mulai dari yang kontribusinya terbesar adalah kelainan kongenital mayor (OR=34,79;IK 95% 6,6-182,1), penyakit membran hialin (OR=15,00; IK 95% 2,3-96,5), nilai apgar rendah (OR 9,16; IK 95% 1,8-48,0), dan sepsis neonatorum (OR=6,04;IK 95% 1,9-18,9) Simpulan. Kelainan kongenital mayor, penyakit membran hialin, nilai apgar rendah dan sepsis neonatorum sebagai faktor prognostik kematian neonatus. Adanya kelainan kongenital mayor akan memprediksikan 34,7 kali lebih besar kemungkinan terjadi kematian dibanding neonatus tanpa kelainan kongenital mayor, 15 kali lebih besar kemungkinan terjadi kematian dibanding neonatus tanpa penyakit membran hialin, 9,1 kali lebih besar kemungkinan terjadi kematian dibanding neonatus tanpa nilai apgar rendah dan 6 kali lebih besar kemungkinan terjadi kematian dibanding neonatus tanpa sepsis neonatorum.
Abstract Background. Neonatal mortality rate in Indonesia is still relatively high. There are many factors influence directly the prognosis of neonatal life. To identifing factors that influence the prognosis of neonates, intervention to prevent risk factors or adequately care of the sick neonates could be given earlier, so hopefully it will improve outcome of the neonates. Objective. To identify prognostic factors of neonatal mortality in pediatric maternal perinatal installation, Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta, and each contribution in neonatal mortality. Design. Case control study. Methods. One hundred and twenty three newborns in Maternal Perinatal Installation from 1 February 2003 to 28 February 2004 were enrolled in this study, consisting of 41 infants birth alive, and all died during hospitalization, and 82 infants alive measured when released from hospital, the data was taken form medical records. Cases were infants those died and control were infants alive when released from hospital, and then prognostic factors were identified. Result. Factors those significantly related to neonatal mortality in univariate analysis were sepsis (OR=4,26; 95%CI=1,9-9,4), prematurity (OR=3,26; 95%CI=1,5-7,2), low birth weight (OR=3,41; 95%CI=1,6-7,5), major congenital anomaly (OR=4,29; 95%CI= 1,6-11,5), low apgar score (OR 4,18; 95% CI=1,1-17,7) and hyalin membran disease (OR=12,90; 95% CI=2,7-62,3). By multivariate analysis, in order of higher contribution, variables of major congenital anomaly (OR=34,80; 95% CI=6,6-182,1), hyalin membran disease (OR=15,00; 95% CI=2,3-96,5), low apgar score (OR=9,16; 95% CI=1,8-48,0), and sepsis neonatorum (OR 6,04; 95% CI 1,9-18,9) were significantly related to neonatal mortality. Conclusion. Major congenital anomaly, hyalin membran disease, low apgar score and sepsis neonatorum were prognostic factors of neonatal mortality. The existence of major congenital anomaly would predict the possibility of neonatal mortality 34,8 times greater than neonates without major congenital anomaly, 15 times greater than neonates without hyalin membran disease, 9,1 times greater than neonates without low apgar score, and 6 times greater than neonates without sepsis neonatorum.
Kata Kunci : Mortalitas Neonatus,Faktor Prognosis,Neonatal mortality, sepsis neonatorum, prematurity, low birth weight, major congenital anomaly, low apgar score, hyalin membran disease, prognostic factors