Laporkan Masalah

Challenges in Human Capital Development in Indonesia: Bridging the Gap Between Education and Industry Needs In Yogyakarta (Tantangan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Indonesia: Menjembatani Kesenjangan Antara Pendidikan dan Kebutuhan Industri di Yogyakarta)

Muhammad Iqbal Sudibya, RR. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini meneliti tantangan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, dengan fokus pada ketidakcocokan antara kebutuhan pendidikan dan industri di Yogyakarta. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, didorong oleh industri seperti manufaktur, pertambangan, dan teknologi, telah meningkat permintaan untuk tenaga kerja terampil. Namun, kesenjangan keterampilan yang terus-menerus, terlepas dari reformasi pendidikan, membatasi kemampuan tenaga kerja untuk memenuhi tuntutan-tuntutan ini. Yogyakarta, dikenal dengan banyaknya Universitas, menghadapi tantangan unik dalam menyelaraskan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri, Diperparah oleh statusnya sebagai wilayah dengan salah satu upah minimum terendah di negara ini. Studi ini menyelidiki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ketidakcocokan keterampilan ini dan bagaimana upah regional Kebijakan mempengaruhi efisiensi pasar tenaga kerja. Itu juga mengeksplorasi dampak dari reformasi pendidikan dan Investasi modal manusia pada produktivitas tenaga kerja di Yogyakarta. Temuan penelitian bertujuan untuk Menginformasikan pembuat kebijakan, pendidik, dan industri tentang strategi untuk menjembatani kesenjangan antara Hasil pendidikan dan kebutuhan pasar, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

This study examines the challenges of human capital development in Indonesia, focusing on the mismatch between education and industry needs in Yogyakarta. Indonesia's economic growth, driven by industries such as manufacturing, mining, and technology, has heightened the demand for skilled labor. However, a persistent skills gap, despite educational reforms, limits the workforce's ability to meet these demands. Yogyakarta, known for its numerous universities, faces unique challenges in aligning higher education with industrial needs, compounded by its status as a region with one of the lowest minimum wages in the country. The study investigates factors contributing to this skills mismatch and how regional wage policies affect labor market efficiency. It also explores the impact of educational reforms and human capital investment on labor productivity in Yogyakarta. The research findings aim to inform policy-makers, educators, and industries on strategies to bridge the gap between education outcomes and market needs, thereby fostering sustainable economic growth.


Kata Kunci : Pendidikan, Pertumbuhan Ekonomi, Sumber Daya Manusia, Ketenagakerjaan, Ekonomi Wilayah

  1. S2-2025-510314-abstract.pdf  
  2. S2-2025-510314-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-510314-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-510314-title.pdf