ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN MESIN-MESIN TEKSTIL (STUDI KASUS PADA RUANGAN LOOM 2 DEPARTEMEN WEAVING PT. PRIMISSIMA YOGYAKARTA)
Rangga Aditya Yudha, Ir. Janu Pardadi, MT
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRISeiring dengan perkembangan perindustrian yang pesat, pemerintah mengharapkan hasil industri yang menunjang dibidang mesin-mesin perindustrian, dituntut untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki tingkat keefektifan dan efisiensi yang tinggi didalam mengolah hasil-hasil perindustrian tersebut. Pada mesin-mesin perindustrian ini memungkinkan timbulnya salah satu faktor yang dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan para pekerja. Salah satu faktor tersebut yaitu kebisingan, dimana kebisingan merupakan semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi atau alat-alat kerja pada tingkat tertentu yang menimbulkan gangguan pendengaran. Seperti contoh pada mesin-mesin tekstil yang ada di PT. Primissima Yogyakarta, dimana terdapat mesin-mesin tekstil didalamnya yang berpotensi besar menghasilkan tingkat kebisingan yang dapat mengganggu kenyamanan pekerjanya. Oleh karena itu diperlukan upaya pengendalian kebisingan di lingkungan pabrik yang secara keseluruhan mencakup pengendalian untuk karyawan dan juga untuk lingkungan sekitar pabrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kebisingan yang didengar oleh para pekerja di dalam ruangan Loom 2 departemen weaving PT. Primissima Yogyakarta akibat dari mesin-mesin tekstil yang ada didalamnya, serta memberikan rekomendasi untuk penanganannya. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran di titik-titik yang ditentukan yaitu tepat disamping telinga para pekerja agar dapat diketahui tingkat kebisingan yang didengar pekerja serta pengukuran dilakukan pada beberapa titik yang ditentukan didalam ruangan Loom 2. Kemudian hasil pengukuran dibandingkan dengan Nilai Ambang Batas yang ditentukan oleh Menteri Tenaga Kerja. Kemudian dari rata-rata kebisingan tersebut dibuat peta kontur kebisingan untuk mengetahui gambaran tentang daerah-daerah yang memiliki tingkat kebisingan terendah hingga tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kebisingan yang didengar pekerja yaitu 97,8 dBA, dimana angka kebisingan ini melebihi nilai ambang batas (NAB) yang telah ditentukan oleh Menteri Tenaga Kerja. Saran yang diberikan adalah menambahkan bahan peredam pada kayu-kayu yang ada pada mesin shuttle loom, dimana mesin shuttle loom ini merupakan sumber utama yang menimbulkan kebisingan terbesar di dalam ruangan Loom 2 PT. Primissima Yogyakarta dan pekerja disarankan menggunakan alat pelindung telinga yaitu earmuff yang memiliki noise reduction rating (NRR) sekitar 20-30 dBA.
Kata Kunci : Kebisingan, Mesin Tekstil, Mesin shuttle loom, Mesin pirn winder, Mesin usavetimer, Mesin murata, Peta kontur, Weaving, Noise