Laporkan Masalah

Kajian interface di daerah pantai dan pesisir antara sungai Serang hingga sungai Bogowonto kabupaten Kulonprogo

Kuntadi Wibisono, Langgeng Wahyu Santosa, S.Si., M.Si.; Djati Mardiatno, S.Si., M.Si.

2005 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian kedalaman interface di Daerah Pantai dan Pesisir Antara Sungai Serang Hingga Sungai Bogowonto ini bertujuan untuk: (1) mengetahui variasi kedalaman interface di daerah penelitian, dan (2) untuk mengetahui debit maksimum pemompaan yang diperbolehkan. Penelitian ini menggunakan metode pendugaan geolistrik dengan menggunakan program "IPI 2 Win". Daerah penelitian dibagi menjadi tiga penampang dengan empat titik pengukuran pada tiap-tiap penampang dengan arah Utara-Selatan. Data yang diperoleh berupa nilai tahanan tiap perlapisan batuan beserta materialnya pada masing-masing kedalaman. Tahanan jenis kurang dari 1 ohm meter merupakan indikasi adanya air asin, sedangkan tahanan jenis 1 hingga 10 ohm meter merupakan indikasi air payau. Formula Dupuit Ghyben-Herzberg digunakan untuk mengetahui upconing atau kenaikan air asin/air payau pada waktu dilakukan pemompaan secara lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada daerah penelitian kedalaman interface rata-rata 60 meter di bawah permukaan tanah pada Bentuklahan gisik, sedangkan pada Bentuklahan beting gisik muda, kompleks gumuk pasir dan swale, dan beting gisik tua tidak diketahui secara pasti kedalaman interface-nya. Pada Bentuklahan beting gisik tua, debit maksimum pemompaan yang diperbolehkan adalah 1622,81 m³/hari, pada 3 Bentuklahan kompleks gumuk pasir dan swale adalah 1085,75 m³/hari, dan pada Bentuklahan beting gisik muda adalah 234,27 m³/hari. 3

-

Kata Kunci : interface, upconing, tahanan jenis, debit maksimum pemompaan, pesisir,Kulonprogo,DIY

  1. S1-2005-140469-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-140469-Blibliography.pdf  
  3. S1-2005-140469-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-140469-Title.pdf