Laporkan Masalah

ANALISIS PERAMALAN JUMLAH PEMAKAIAN STENT DI INDONESIA (Studi Kasus di RSJPD Harapan Kita, RSUP Dr. Sardjito, RSUD Dr. Soetomo)

Putri Ikra Yunani , Prof. Ir. Alva Edy Tantowi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Stent merupakan alat berbentuk pipa berlubang yang ditanamkan pada pembuluh arteri jantung agar tidak terjadi penyempitan. Pemasangan stent dilakukan sebagai langkah pengobatan penyakit jantung tanpa operasi jaringan terbuka. Jumlah pemasangan stent di Indonesia diperkirakan meningkat dari tahun ke tahun tetapi saat ini belum terdapat dokumen resmi peta penggunaan sten. Oleh karena itu riset ini dilakukan untuk memetakan jumlah penggunaan stent dan meramalkan kebutuhan stent di masa mendatang. Pemetaan dan peramalan jumlah stent dilakukan berdasarkan penggunaan stent di 3 rumah sakit (RS) yang memiliki faslitas pelayanan jantung di Indonesia, yaitu Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD-HK), RSUP Dr. Sardjito (RSUP-DS), dan RSUD Dr. Soetomo (RSUD-DS). Dua macam stent yang digunakan dalam penelitian adalah drug eluting stent (DES) dan bare metal stent (BMS). Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini adalah moving Average (MA), single exponential smoothing (SE), double exponential smoothing (DE) dan autocorrelation integrated moving Average (ARIMA). Perhitungan error penelitian ini menggunakan mean absolute percentage error (MAPE). Berdasarkan hasil rekapitulasi permintaan stent tahun 2012 maka didapatkan peta penggunaan stent di ketiga rumah sakit. RSJPD-HK menemepati posisi teratas (1387 DES dan 1366 BMS), disusul dengan RSUP-DS (621 DES dan 387 BMS) dan RSUD-DS (320 DES dan 391 BMS). Hasil peramalan dan analisis menunjukkan bahwa rata-rata permintaan DES dan BMS di ketiga RS di Indonesia per bulan berturut-turut adalah 179 buah dan 116 buah. Hasil tersebut diperoleh menggunakan metode SE dan DE dengan nilai MAPE untuk DES adalah 17%, dan BMS 11,9%. Data yang digunakan untuk peramalan adalah data penggunaan stent di ketiga rumah sakit pada Januari-Desember 2012. Metode DE dan SE merupakan metode terbaik untuk meramalkan jumlah permintaan DES dan BMS di RSJPD-HK. Rata-rata permintaan DES di RSJPD-HK adalah 160 buah dengan nilai MAPE 17,2%, dan BMS 102 buah dengan nilai MAPE 10,7%. Jumlah data yang digunakan di RSJPD-HK adalah 12 bulan (Januari-Desember 2012). Selanjutnya di RSUP-DS, rata-rata permintaan DES adalah 57 buah dengan MAPE 17,9% dan BMS 15 buah dengan MAPE 25,4%. Jumlah tersebut diperoleh menggunakan metode MA untuk DES dan DE untuk BMS dengan data mulai Januari 2011-Juni 2013. Sedangkan untuk rata-rata permintaan DES di RSUD-DS diperoleh menggunakan ARIMA (0,1,1) dengan MAPE 24,7%, untuk BMS menggunakan ARIMA (1,1,0) dengan MAPE 28,1%. Jumlah permintaan kedua jenis stent adalah 45 buah setiap bulan, jumlah tersebut diperoleh dengan melakukan pengolahan data mulai Januari 2010-Juni 2013.

Kata Kunci : peta penggunaan, peramalan, stent, Indonesia, double exponential smoothing, moving average, ARIMA

  1. S1-FTK-2013-Putri_Ikra_Yunani-abstact.pdf  
  2. S1-FTK-2013-Putri_Ikra_Yunani-biblography.pdf  
  3. S1-FTK-2013-Putri_Ikra_Yunani-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2013-Putri_Ikra_Yunani-title.pdf