Studi Kasus Kejadian Kesalahan Pemberian Obat oleh Perawat di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada
Pariyani, Dr. dr. Andreasta Meliala, DiplPH., M.Kes., M.A.S. ; dr. Tjahjono Kunjoro, MPH, DrPH
2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar
belakang: Keselamatan pasien merupakan hal yang utama dalam pelayanan kesehatan.
Terjadinya insiden keselamatan pasien menyebabkan cidera permanen, meningkatnya
hari rawat sampai dengan kematian. Insiden yang terbanyak di RS Akademik UGM
terkait medikasi. Perawat sangat berperan dalam pemberian obat dan merupakan
barrier terakhir sebelum obat diberikan kepada pasien.
Tujuan: Mengekplorasi angka
kejadian kesalahan pemberian obat, faktor-faktor penyebab kesalahan pemberian
obat, strategi mengurangi kejadian kesalahan pemberian obat.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus
dengan jenis studi kasus kolektif dan desain multikasus. Subyek penelitian ini
adalah staf yang mengelola obat di RS Akademik UGM. Pengambilan data dilakukan
dengan telaah dokumen laporan insiden keselamatan pasien dan Diskusi Kelompok
Terarah. Analisis data dengan pengembangan ekplanasi.
Hasil: Gambaran kesalahan
pemberian obat oleh perawat pada tahun 2022-2023 sebanyak 80 kejadian dengan
kategori insiden Kejadian Tidak Cedera 71 (71; 88,8%). Kesalahan pemberian obat
oleh perawat terjadi di ruang isolasi airborne (11; 13,8%) dengan jenis
kesalahan terbanyak adalah salah dosis (30;37,5 %), dan
pada pemberian obat dengan rute terbanyak intravena (61;76,3 %). Faktor penyebab kesalahan obat
meliputi: kurangnya pengetahuan, kurangnya kesadaran, kurangnya komunikasi
antar tim, pasien anak, kompleksitas kasus pasien, beban kerja meningkat,
distraksi, keterbatasan alat syringe pump/ infus pump, obat Nama Obat Rupa
Ucapan Mirip (NORUM), sediaan obat yang tidak biasa, pelabelan tidak sesuai,
kesalahan dan keterlambatan penginputan resep obat, kesalahan pengaturan infus pump, kurangnya
kepatuhan pengecekan ulang dan identifikasi pasien. Strategi mengurangi kesalahan obat meliputi pendidikan dan pelatihan, penyusunan regulasi dan
evaluasi kepatuhan identifikasi pasien dan pengecekan ulang, meningkatkan
budaya pelaporan insiden, pemisahan pasien anak
dan dewasa, media pengingat,
optimalisasi
fungsi pemimpin dan kerjasama tim.
Kesimpulan: Kesalahan pemberian obat
dipengaruhi oleh berbagai faktor dan diperlukan strategi yang perlu
diimplementasikan semua lini untuk menjamin keamanan pemberian obat.
Background: Patient safety is a fundamental aspect of healthcare
services. Incidents compromising patient safety can lead to permanent injury,
prolonged hospitalization, or even death. At UGM Academic Hospital, the most
frequently reported patient safety incidents are related to medication errors.
Nurses play a crucial role in medication administration and serve as the final
safeguard before medicines are delivered to patients.
Objective: To explore the incidence of medication administration
errors, identify contributing factors, and examine strategies to reduce such
errors.
Methods: This study applied a collective case study approach with
multiple cases. Participants included healthcare personnel involved in
medication management. Data were collected through a review of patient safety
incident report documents and focus group discussions (FGDs). Data analysis was
carried out using an explanation-building approach.
Results: A total of 80 medication administration errors
involving nurses were reported between 2022 and 2023. The majority of incidents
were classified as No Harm Incidents (71 cases; 88.8%). The highest number of
errors occurred in the airborne isolation ward (11 cases; 13.8%). The most
common type of error was incorrect dosage (30 cases; 37.5%), and the
intravenous route was involved in the majority of incidents (61 cases; 76.3%).
Contributing factors included insufficient knowledge and awareness, poor interprofessional
communication, the complexity of pediatric patients and clinical cases,
increased workload, distractions, equipment shortages, look-alike sound-alike
(LASA) medicines, unfamiliar drug formulations, improper labeling, prescription
input errors and delays, infusion pump setting mistakes, and non-compliance
with double-check and patient identification procedures. Strategies to reduce
errors included enhanced education and training, improved regulatory and reinforcing
compliance with patient identification and double-check procedures, fostering a
culture of incident reporting, separating pediatric and adult patients,
implementing reminder tools, strengthening leadership and teamwork.
Conclusion: Medication administration errors result from
multiple interrelated factors. The implementation of comprehensive and
system-wide strategies is essential to ensure the safety of medication
administration at all levels of healthcare delivery.
Keywords: Medication errors, causes, strategies, nurses
Kata Kunci : Kesalahan pemberian obat, penyebab, strategi, perawat, Medication errors, causes, strategies, nurses