Kajian Struktur dan Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Sektor Pertanian di Jawa Timur Menurut Umur, Tingkat Pendidikan, dan Upah (Analisis Data Sakernas Tahun 2023)
Melta Meliano Putri, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka produksi pertanian terbesar dari tahun 2021-2023 menyebabkan penyerapan tenaga kerja pertanian di Jawa Timur paling tinggi di antara sektor lainnya. Meskipun penyerapannya besar terdapat permasalahan berupa dominasi pekerja usia tua dan rendahnya regenerasi petani sehingga keberlangsungan sektor pertanian akan terancam. Selain itu, tingkat pendidikan yang ditamatkan oleh pekerja juga rendah. Ditambah lagi rendahnya penerimaan upah yang diterima oleh pekerja pertanian. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis struktur dan partisipasi tenaga kerja serta bagaimana hubungan umur, tingkat pendidikan, dan upah dengan partisipasi tenaga kerja di sektor pertanian.
Penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Timur dengan memanfaatkan data sekunder berupa data mentah hasil Sakernas Agustus 2023 yang diperoleh dari Silastik BPS. Data tersebut diolah secara kuantitatif dengan deskriptif kuantitatif dan inferesia berupa uji korelasi Spearman, serta dilakukan pula analisis spasial untuk mengkaji tingkat partisipasi tenaga kerja di setiap kabupaten/kota.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dominasi pekerja tua yang mengindikasikan fenomena aging farmer dan rendahnya regenerasi petani. Selain itu, persentase pekerja dengan tingkat pendidikan rendah dan upah yang rendah bahkan tidak dibayar sangat besar. Hasil uji korelasi pada ketiga variabel bernilai sangat kuat dan signifikan dengan nilai positif pada variabel umur serta negatif pada variabel tingkat pendidikan dan upah. Oleh karena itu, upaya regenerasi petani, peningkatan keterampilan dan upah perlu dilakukan.
East Java is the province with the highest agricultural production figures from 2021 to 2023 so that agricultural labor absorption rate in East Java is the highest among other sectors. Although the high absorption rate, there are issues such as the dominance of older workers and low farmer regeneration, In addition, the educational attainment of agricultural workers is generally low, and wages in the sector tend to be minimal. Therefore, this study aims to analyze the labor structure and participation in the agricultural sector, as well as examine the influence of age, education level, and wages on labor force participation.
This study was conducted in East Java Province using secondary data in the form of raw data from the August 2023 Sakernas survey obtained from the BPS Statistics Agency. The data was analyzed quantitatively using descriptive quantitative methods and inferential analysis, including Spearman's correlation test, and spatial analysis was also conducted to examine labor participation rates in each district/city.
The analysis results indicate a dominance of older workers, reflecting the phenomenon of aging farmers and low farmer regeneration. Additionally, the percentage of workers with low educational levels and low wages, or even unpaid wages, is very high. The correlation test results for the three variables showed very strong and significant values, with positive values for the age variable and negative values for the educational level and wage variables. Therefore, efforts to regenerate farmers, increased skills and wages need to be made.
Kata Kunci : pendidikan, tenaga kerja, sektor pertanian, umur, upah