Kajian Pengaruh Pengembangan Ekowisata terhadap Bencana Longsor di Desa Wisata Mangunan Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul
Fauzian Nur Azizah, Dr. Langgeng Wahyu Santosa, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Desa Wisata Mangunan merupakan salah satu desa di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul yang menjadi destinasi wisata alam pada kawasan perbukitan dengan berbagai objek ekowisata. Peningkatan jumlah pengunjung diiringi dengan pengembangan ekowisata berupa pembangunan di Desa Wisata Mangunan dapat menimbulkan dampak negatif berupa bencana, seperti longsor yang memiliki jumlah kejadian terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi perkembangan ekowisata di Desa Wisata Mangunan, (2) menganalisis pengaruh pengembangan ekowisata terhadap bencana longsor di Desa Wisata Mangunan, dan (3) merumuskan strategi pengelolaan lingkungan ekowisata di Desa Wisata Mangunan.
Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan spasial. Pengumpulan data primer melalui observasi dan survei lapangan, serta wawancara kepada pengelola setiap objek ekowisata dan masyarakat setempat. Sementara itu, data sekunder bersumber dari berbagai instansi dan pihak terkait. Peta sebaran area objek ekowisata dan titik longsor pada setiap satuan bentuklahan digunakan sebagai bahan analisis utama.
Perkembangan ekowisata di Desa Wisata Mangunan secara struktural mengalami peningkatan dan terdapat berbagai aktivitas yang dapat dilakukan. Berdasarkan analisis spasial yang dilakukan pengembangan ekowisata di Desa Wisata Mangunan tidak berpengaruh secara langsung terhadap bencana longsor. Kejadian longsor yang terjadi di Desa Wisata Mangunan dipengaruhi oleh faktor alami berupa kemiringan lereng agak curam hingga sangat curam dengan nilai mulai dari 21,26% sampai 70,02?n curah hujan yang tinggi berkisar 320-674 mm/bulan. Meskipun demikian, para pengelola dan masyarakat setempat perlu dibekali dan melakukan strategi pengelolaan lingkungan agar bencana, seperti longsor tidak mudah terjadi di Desa Wisata Mangunan.
Mangunan Tourism Village is one of the villages in Dlingo District, Bantul Regency which is a natural tourism destination in the hilly area with various ecotourism objects. The increase in the number of visitors accompanied by the development of ecotourism in the form of construction in Mangunan Tourism Village can have negative impacts in the form of disasters, such as landslides with the highest number of occurrences. This study aims to: (1) identify the development of ecotourism in Mangunan Tourism Village, (2) analyze the influence of ecotourism development on landslide disasters in Mangunan Tourism Village, and (3) formulate strategies for managing the ecotourism environment in Mangunan Tourism Village.
This research was conducted using a descriptive method with a spatial approach. Primary data was collected through field observations and surveys, as well as interviews with managers of each ecotourism object and the local community. Meanwhile, secondary data comes from various agencies and related parties. Maps of the distribution of ecotourism object areas and landslide points in each landform unit are used as the main analysis data.
The development of ecotourism in Mangunan Tourism Village has structurally increased and various activities are now available. Based on the spatial analysis conducted, ecotourism development in Mangunan Tourism Village does not directly affect landslide disasters. Natural factors influenced the landslides that occurred in Mangunan Tourism Village, characterized by moderately steep to very steep slopes with values ranging from 21.26% to 70.02%, and high rainfall, ranging from 320 to 674 mm/month. However, managers and local communities need to be equipped and implement environmental management strategies so that disasters, such as landslides, do not easily occur in Mangunan Tourism Village.
Kata Kunci : Ekowisata, Longsor, Mangunan, Pengelolaan Lingkungan / Ecotourism, Landslides, Mangunan, Environmental Management