Analisis Pola Spasial Prevalensi Stunting pada Balita di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2023 dengan Menggunakan Moran's I dan LISA
Jihan Hasna Burrairoh, Candra Sari Djati Kartika, S.Si., M.Sc.
2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang ditandai dengan kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Stunting dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kondisi sosial ekonomi seperti tingkat pendidikan orangtua, kemiskinan, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Di Provinsi DIY, kabupaten dengan nilai prevalensi stunting tertinggi adalah Kabupaten Gunungkidul dengan nilai 22,2 %. Oleh karena itu diperlukan upaya dalam penanganan stunting yang dapat dilakukan dengan mengetahui pola spasial dari prevalensi stunting tersebut. Penelitian ini memanfaatkan Moran’s I dan LISA, untuk mengetahui pola spasial stunting pada balita di Kabupaten Gunungkidul tahun 2023, serta regresi linear sederhana dan berganda untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan prevalensi stunting pada balita. Selain itu juga dilakukan kegiatan pada wilayah hotspot dan coldspot dari stunting pada balita untuk lebih memahami terkait stunting dan faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Gunungkidul serta untuk menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap stunting pada balita di Kabupaten Gunungkidul. Bahan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data balita stunting tahun 2023 yang diperoleh melalui dinas kesehatan, data rekapitulasi P3KE oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul. Data Agregat Pendidikan Umur Tunggal yang diperoleh melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) persentase PHBS dalam rumah tangga di setiap desa pada Kabupaten Gunungkidul yang diperoleh melalui Dinas Kesehatan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan pola spasial dari prevalensi stunting pada balita adalah clustered (mengelompok), dengan nilai indeks sebesar 0.256. Sementara itu, pengolahan regresi linear sederhana antara faktor sosial ekonomi dengan prevalensi stunting pada balita menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Akan tetapi pada regresi linear berganda menunjukkan hasil yang signifikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0.02. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi stunting pada balita sangat kompleks dan berkaitan satu-sama lain, sehingga tidak dapat berdiri sendiri.
Stunting is a health problem characterized by growth failure in children under five. Stunting can be influenced by various factors, one of which is socioeconomic conditions such as parental education level, poverty, and the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). In DIY Province, the district with the highest stunting prevalence value is Gunungkidul District with a value of 22.2%. Therefore, efforts are needed in handling stunting which can be done by knowing the spatial pattern of the stunting prevalence. This study utilized Moran's I and LISA to determine the spatial pattern of stunting in toddlers in Gunungkidul Regency in 2023, as well as simple and multiple linear regression to determine the relationship between socioeconomic factors and the prevalence of stunting in toddlers. In addition, activities were also carried out in hotspot and coldspot areas of stunting in toddlers to better understand stunting and the factors that influence it in Gunungkidul Regency. This study aims to map the prevalence pattern of stunting in toddlers in Gunungkidul Regency and to analyze the influence of socioeconomic factors on stunting in toddlers in Gunungkidul Regency. The research materials used in this study were data on stunting in toddlers in 2023 obtained through the health office, recapitulation data of P3KE by the Social Service of Women's Empowerment and Child Protection of Gunungkidul Regency. Aggregate Data on Single Age Education obtained through the Population and Civil Registration Office (Dukcapil) and the percentage of PHBS in households in each village in Gunungkidul Regency obtained through the Health Office.The results of this study indicate that the spatial pattern of stunting prevalence in toddlers is clustered, with an index value of 0.256. Meanwhile, a simple linear regression analysis between socioeconomic factors and stunting prevalence in toddlers showed no significant results. However, a multiple linear regression analysis showed a significant result, with a significance value of 0.02. Based on the interview results, it can be seen that the factors influencing stunting in toddlers are very complex and interrelated, so they cannot stand alone.
Kata Kunci : Pola Spasial, Stunting pada Balita, Gunungkidul, Moran’s I, LISA, Regresi Linear Sederhana, Regresi Linear Berganda, Pendidikan, Kemiskinan, PHBS