Laporkan Masalah

Pembingkaian Berita Penganiayaan David Ozora pada Media Online Kompas.com dan Tempo.co

Astri Wijayanti, Dr. Aprillia Firmonasari, SS, M.Hum., DEA.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Persoalan penganiayaan David Ozora merupakan kasus yang menyita perhatian publik sehingga memicu reaksi pada berbagai platform media massa dan menuai beragam sudut pandang media terhadap peristiwa tersebut. Penelitian ini melihat bagaimana Kompas.com dan Tempo.co yang merupakan dua media terkemuka di Indonesia dalam memaparkan informasi tersebut dengan fokus terhadap respon Kepolisian Republik Indonesia terhadap proses penyelidikan. Teori penelitian ini menggunakan analisis wacana framing Zhongdang Pan & Gerald Kosichi untuk menganalisis pilihan bahasa dan nilai-nilai yang tercermin dalam artikel berita dengan tujuan membuka pengetahuan tentang peran media dalam membentuk wacana publik. Metode penlitian menggunakan analisis korpus dengan perangkat lunak Antcont dengan sumber data berupa 100 artikel berita dengan 50 dari masing-masing media. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan yang berbeda yakni Kompas.com mendukung tindakan Kepolisian dan menekankan sikap transparansi, sementara Tempo.co mengambil pandangan kritis, mempertanyakan sikap profesional dan lambatnya investigasi. Penggambaran korban dan pelaku memiliki perbedaan antara kedua media tersebut. Intertekstualitas dan praktik wacana pada Kompas.com menciptakan citra positif tentang Institusi Kepolisian namun juga menunjukkan narasi keberpihakan kepada pelaku yang dinilai masih di bawah umur karena keadaan mental stres. Tempo.co menekankan narasi mengkritik Kepolisian yang memberikan perlakuan istimewa kepada pelaku selama proses penahanan sehingga mendorong adanya transparansi. Konteks sosial budaya pada Kompas.com yakni nasionalisme yang mendukung terhadap penguasa, sementara Tempo.co mengambil pendekatan kritis yang menantang penguasa dan mendorong profesionalisme

The David Ozora abuse case has attracted public attention, triggering reactions on various mass media platform and garnering diverse media perspective on the incident. This study examines how Kompas.com and Tempo.co, two leading Indonesian media outlets, presented Information on the case, focusing on the Indonesian National Police's response to the investigation process. The research theory employs Zhongdang Pan & Gerald Kosichi 's framing discourse analysis to analyse language choices and values reflected in news articles, aiming to uncover insight into the media's role in shaping public discourse. The research method uses corpus analysis with AntCont software, with data sources comprising 100 news articles, 50 from each media outlet. The research findings reveal different approaches: Kompas.com supports police actions and emphasises transparency, while Tempo.co adopts a critical stance, questioning professional conduct and the slow pace of the investigation. The portrayal of victims and perpetrators differs between the two media outlets. intertextuality and discourse practices on Kompas.com create a positive image of the police institution but also reveal a narrative of bias toward the perpetrator, who is considered underage due to mental stress. Tempo.co emphasises a narrative criticising the police for granting special treatment to the perpetrator during detention, thereby promoting transparency. The social cultural context on Kompas.com is nationalism that supports the authorities. while Tempo.co takes a critical approach that challanges the authorities and promotes professionalism.

Kata Kunci : Berita Penganiayaan David Ozora, Analisis Framing Zhongdang Pan & Gerald Kosichi

  1. S2-2025-490374-abstract.pdf  
  2. S2-2025-490374-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-490374-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-490374-title.pdf