Laporkan Masalah

Hubungan penggunaan lahan dengan kinerja jalan sepanjang jalan arteri di ruas jalan Kota Muntilan dan Kota Magelang

MASNUR, Herman, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D

2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Dalam proses pengembangan wilayah jalan bisa berfungsi ganda yaitu sebagai prasarana transportasi serta sebagai instrument untuk merubah dan merangsang pemanfaatan ruang di kiri kanan jalan. Dalam kondisi kedua fungsi tersebut berjalan bersamaan pasti ada fungsi yang tidak optimal. Jalan Magelang (Yogyakarta – Semarang) merupakan contoh dari fenomena tersebut. Oleh karena itu adalah penting untuk mengetahui hubungan antara penggunaan fungsi jalan dengan perubahan guna lahan di sekitarnya, yang dalam hal ini diukur dengan perhitungan Level Of Service (LOS) Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan kinerja jalan terkait dengan perubahan penggunaan lahan di sekitarnya. Perubahan kinerja jalan tersebut disetarakan dengan perhitungan Level Of Service (LOS). Karena keterbatasan informasi metode yang digunakan dalam melihat perubahan tersebut tidak menggunakan data series, tetapi dengan dengan survey dan pengamatan terhadap segmen-segmen tertentu yang mewakili kondisi guna lahan dan kondisi jalan di area penelitian. Hasil penelitian menunjukan dari segmen yang terbagi 9, terdapat 3 segmen memiliki kepadatan tinggi, yaitu segmen A terletak di Desa Pabelan berbatasan dengan Kota Muntilan tepat di persimpangan jalan menuju Candi Borobudur, segmen C terletak di Desa Mungkid tepat di persimpangan jalan Kabupaten Boyolali serta segmen I terletak di Desa Mertoyudan perbatasan Kota Magelang. Ketiga segmen ini mempunyai tingkat pelayanan kategori (F) artinya kinerja jalan terhambat, sering terjadi kemacetan dan antrian. Ini terjadi karena adanya penggunaan lahan yang padat berupa kegiatan ekonomi, sosial, sarana publik dan pemukiman yang padat menyebabkan timbulnya hambatan samping yang tinggi diantaranya perparkiran yang banyak menggunakan bahu jalan, kelompok usaha yang kurang tertata, berkenaan dengan ijin bangunan dan kurangnya dana dan perencanaan guna membangun sarana jalan lain yang bebas hambatan.

In process of area development, road may have double functions as transportation infrastructure and as instrument to change and stimulate space at left and right side of road. When the both function operate together, there must be less optimal function. Magelang Road (Yogyakarta – Semarang) is an example of the phenomena. So, it is important to identify association between use of road function and change of land use, which in this matter is measured with Level Of Service (LOS) calculation. This research aimed to measure change of road performance in relation to land use around. The change of performance is equivalent to calculation of Level Of Service (LOS) due to information limitation, method applied in investigating the change did not use series data, but with survey and observation on certain segments representing condition of land use and road condition in research area. The result indicated that from 9 segments, there are 3 segments having high density, segment A located in Pabelan village bordering on Muntilan town, exactly in road branch to Borobudur temple. Segment C is located in Mungkid village at road branch to Boyolali district and segment I is located in Mertoyudan village bordering on Magelang town. The three segments have level of service of (F) category that mean the road performance is blocked, traffic jam and queue. It is caused by dense land use in form of economic and social activity, public infrastructure and dense settlement that lead to high side obstruction such as parking using road shoulder, disarranged business activity, problems of building license, and lack of fund and planning to develop free barrier road.

Kata Kunci : Jalan Arteri,Kinerja Jalan,Penggunaan Lahan,road performance, land use, side


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.