Laporkan Masalah

Evaluasi Pertumbuhan Cendana (Santalum album L. ) dengan Beberapa Inang Berumur Enam Bulan di KHDTK Wanagama

Alfi Sholihati, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM. ; Dr. Ir. Daryono Prehaten, S.Hut., M.Sc., IPM

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Cendana (Santalum album) merupakan tanaman yang bersifat hemiparasit pada awal pertumbuhannya dan tidak dapat menyerap unsur hara secara langsung dari tanah, sehingga laju pertumbuhannya lambat. Untuk itu, perlu upaya percepatan laju pertumbuhan cendana dengan cara penggunaan
inang. Pengembangan budidaya cendana pada saat ini banyak menggunakan inang primer yang berasal dari kelompok tanaman perdu yang memiliki
kelemahan umur inangnya pendek dan rentan mati sehingga tidak dapat digunakan sebagai inang sekunder (permanen). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respons pertumbuhan cendana dengan beberapa jenis tanaman yang berpotensi sebagai inang sekunder yaitu cemara udang (Casuarina equisetifolia L.), sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes), dan akasia (Acacia mangium Willd.) di lapangan, juga untuk mengetahui persentase keberhasilan tanaman cendana umur 6 bulan.

Penelitian menggunakan rancangan Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan 3 blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diujikan ddkkam penelitian ini adalah perbedaan inang pohon untuk tanaman cendana yaitu sengon, cemara udang, dan akasia, serta kontrol. Cendana dan inang
ditanam dalam bentuk square plot dengan 5x5 tanaman. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah diameter tanaman cendana, tinggi tanaman cendana, kandungan klorofil tanaman cendana, diameter inang, dan tinggi inang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen hidup cendana di atas 90%, cendana tanpa inang (control) adalah yang paling tinggi (74,9 cm), diameter dan kandungan klorofil terbesar dengan inang akasia (8,26 cm dan 37,42 spad). 

Sandalwood (Santalum album) is a hemiparasitic plant in its early stages and cannot absorb nutrients directly from the soil, resulting in slow growth. Therefore, efforts are needed to accelerate sandalwood growth by using host plants. Currently, sandalwood cultivation often uses primary hosts from shrubs, which suffer from the disadvantage of a short lifespan and susceptibility to death, making them unsuitable as secondary (permanent) hosts. This study was conducted to determine the growth response of sandalwood to several potential secondary host species, namely Casuarina equisetifolia L., sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes), and acacia (Acacia mangium Willd.), in the field. It also aimed to determine the success rate of sandalwood plants at 6 months of age.

The study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The treatments tested in this study were different host trees for
sandalwood namely: sengon, cemara udang, and acacia, as well as a control (without host plant). Sandalwood and host plants were planted in square plots with 5x5 plants. The parameters measured in this study were sandalwood plant diameter, sandalwood plant height, sandalwood plant chlorophyll content, host diameter, and host height.

The results showed that sandalwood survival rates were above 90%. The sandalwood plant without a host (control) was the tallest (74.9 cm), and the acacia host had the highest diameter and chlorophyll content (8.26 cm and 37.42 spads).

Kata Kunci : Santalum album, hemiparasit, inang pohon, kandungan klorofil ; Santalum album, hemiparasite, tree host, chlorophyll content

  1. S1-2025-424033-abstract.pdf  
  2. S1-2025-424033-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-424033-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-424033-title.pdf