Potensi Metabolit Sekunder Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum Wight.) Untuk Antidiabetes Melitus Tipe 2: Studi Fitokimia, Network Pharmacology Dan Molecular Docking
Yandy Efrianna Ramadhan, Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si. ; Prof. Dr. apt. Abdul Rohman, M.Si.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi
Diabetes
Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolisme kronis dengan prevalensi
global yang terus meningkat, ditandai oleh resistensi insulin dan peningkatan
kadar glukosa darah. Pengelolaan glikemik pada DMT2 sering kali sulit dicapai
menggunakan terapi konvensional karena kompleksitas kondisi ini, sehingga
diperlukan alternatif yang aman dan efektif. Daun salam (Syzygium polyanthum
Wight.), yang telah dimanfaatkan secara tradisional di Indonesia sebagai agen
antidiabetes, mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan
fenolik yang berpotensi memberikan efek terapeutik dengan risiko efek samping
rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antidiabetes daun
salam melalui analisis fitokimia, uji aktivitas antioksidan, network
pharmacology, dan molecular docking guna mengidentifikasi senyawa
aktif, jalur aksi, serta mekanisme terapeutiknya dalam pengelolaan DMT2.
Metode
penelitian meliputi ekstraksi dan fraksinasi daun salam menggunakan pelarut
etil asetat, n-heksan, dan air untuk mengukur kandungan total flavonoid, total
fenolik, serta aktivitas antioksidan dengan metode penangkapan radikal 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl
(DPPH). Analisis liquid chromatography-high resolution mass spectrometry
(LC-HRMS) dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa kimia, diikuti oleh network
pharmacology untuk menyaring senyawa aktif dan protein target utama yang
berperan dalam jalur biologis. Molecular docking diterapkan untuk mengevaluasi
afinitas ikatan senyawa aktif terhadap protein target. Data dianalisis secara
kuantitatif untuk menentukan nilai IC50 aktivitas antioksidan, kadar
senyawa bioaktif, serta skor afinitas dari simulasi docking, dengan fokus pada
jalur sinyal seperti insulin resistance, PI3K-Akt, dan FoxO signaling.
Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dengan nilai IC50 41,71 µg/ml, serta kandungan flavonoid (198,20 mgGAE/g) dan fenolik (62,06 mgQE/g) yang signifikan. Analisis LC-HRMS mengidentifikasi 424 senyawa dengan 10 senyawa aktif terpilih, termasuk asam 6-formilsalisilat dan braktein. Network pharmacology menunjukkan protein kunci AKT1 dan PPAR Gamma yang berperan dalam jalur insulin resistance, PI3K-Akt, dan FoxO signaling. Molecular docking mengindikasikan afinitas ikatan asam 6-formilsalisilat dengan AKT1 (-8,91) dan braktein dengan PPAR Gamma (-7,49). Fraksi etil asetat daun salam menunjukkan potensi antidiabetes melalui aktivitas antioksidan yang kuat dan senyawa aktif yang mendukung pengelolaan DMT2 melalui jalur sinyal insulin.
Type 2
diabetes mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder with increasing global
prevalence, characterized by insulin resistance and elevated blood glucose
levels. Glycemic management in T2DM is often difficult to achieve using
conventional therapies due to the complexity of this condition, so safe and
effective alternatives are needed. Bay leaf (Syzygium polyanthum
Wight.), which has been traditionally utilized in Indonesia as an antidiabetic
agent, contains secondary metabolite compounds such as flavonoids and phenolics
that have the potential to provide therapeutic effects with low risk of side
effects. This study aims to evaluate the antidiabetic potential of bay leaves
through phytochemical analysis, antioxidant activity test, network
pharmacology, and molecular docking to identify active compounds, pathways of
action, and therapeutic mechanisms in the management of T2DM
The research
methods included extraction and fractionation of bay leaves using ethyl
acetate, n-hexane, and water solvents to measure total flavonoid content, total
phenolic content, and antioxidant activity using 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH)
radical scavenging method. Liquid chromatography-high resolution mass
spectrometry (LC-HRMS) analysis was performed to identify chemical compounds,
followed by network pharmacology to screen active compounds and key target
proteins involved in biological pathways. Molecular docking was applied to
evaluate the binding affinity of active compounds to target proteins. Data were
quantitatively analyzed to determine the IC50 value of antioxidant activity,
bioactive compound content, as well as affinity scores from docking simulations,
focusing on signaling pathways such as insulin resistance, PI3K-Akt, and FoxO
signaling.
The ethyl
acetate fraction had the highest antioxidant activity with an IC50 value of
41.71 µg/ml, and significant flavonoid (198.20 mgGAE/g) and phenolic (62.06
mgQE/g) contents. LC-HRMS analysis identified 424 compounds with 10 active
compounds selected, including 6-formylsalicylic acid and bractein. Network
pharmacology showed key proteins AKT1 and PPAR Gamma that play a role in
insulin resistance, PI3K-Akt, and FoxO signaling pathways. Molecular docking
indicated the binding affinity of 6-formylsalicylic acid with AKT1 (-8.91) and
bractein with PPAR Gamma (-7.49). The ethyl acetate fraction of bay leaves shows
antidiabetic potential through strong antioxidant activity and active compounds
that support the management of T2DM through the insulin signaling pathway.
Kata Kunci : Daun salam, diabetes melitus tipe 2, network pharmacology dan molecular docking