Kajian keunggulan komparatif industri dikawasan Subosuka propinsi Jawa Tengah
Juwariyah Murdiningsih, Drs. Agus Sutanto, M.Sc.
2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHIndustrialisasi di daerah Surakarta dan sekitarnya telah berlangsung lama. Pada awalnya industri yang berkembang di daerah ini adalah industri batik dan konveksi. Namun sejak pemerintah mencanangkan kebijakan ekspor non migas maka industri-industri lain pun mulai berkembang. Pada masa mendatang pembangunan industri menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan pelaksanaan ekonomi global dan otonomi daerah dimana industri-industri yang ada dituntut harus memiliki kemampuan daya saing tinggi dan dikembangkan berdasarkan potensi wilayah. Penelitian ini berjudul "Kajian Keunggulan Komparatif Industri di Kawasan Subosuka Propinsi Jawa Tengah" yang mengambil daerah penelitian di Kawasan Subosuka yang mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar di Propinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keunggulan masing-masing wilayah di Kawasan Subosuka untuk pengembangan kegiatan industri dan mengidentifikasi industri-industri yang unggul di setiap wilayah yang selanjutnya diarahkan sebagai industri prioritas utama yang harus dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder. Sumber data sekunder berasal dari instansi-instansi terkait yaitu Dinas Perindustrian-Perdagangan-Koperasi dan Penanaman Modal, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data diolah dengan menggunakan analisis basis ekonomi (analisis Location Quotient/ LQ), analisis dampak pengganda (analisis multiple effect/ ME) dan analisis indeks persaingan. Analisis LQ dan ME menggunakan variabel jumlah tenaga kerja, unit usaha dan nilai output/ produksi. Untuk merumuskan industri-industri yang akan diprioritaskan, analisis-analisis ini juga diperkuat dengan mempertimbangkan faktor daya serap tenaga kerja dan tingkat upah tenaga kerja. Tingkat keunggulan masing-masing wilayah untuk pengembangan kegiatan industri diperoleh dari hasil penskalaan (scalling) terhadap variabel-variabel faktor lokasi. Penskalaan terhadap seluruh variabel faktor lokasi memperoleh hasil bahwa daerah yang memiliki tingkat keunggulan yang tinggi untuk pengembangan kegiatan industri adalah Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Karanganyar. Namun jika variabel potensi sektor pertanian diabaikan maka daerah yang mempunyai tingkat keunggulan faktor lokasi tinggi adalah Kota Surakarta. Keunggulan ini disebabkan karena ketersediaan sarana prasarana pendukung kegiatan industri yang cukup memadai di kota ini. Dengan demikian, hipotesa yang berbunyi "Kota Surakarta memiliki tingkat keunggulan faktor lokasi paling tinggi untuk pengembangan sektor industri dibandingkan dengan wilayah lain di Kawasan Subosuka" terbukti. Kemudian dari analisis LQ, ME dan indeks persaingan dengan mempertimbangkan faktor daya serap dan tingkat upah tenaga kerja diperoleh hasil bahwa industri-industri yang unggul adalah, di Kota Surakarta: industri makanan, tekstil, kertas dan industri bahan-bahan kimia; di Kabupaten Boyolali: industri makanan, barang-barang galian bukan logam, barang-barang dari logam dan industri pengolahan lainnya; di Kabupaten Sukoharjo : industri tekstil, kayu dan industri bahan-bahan kimia. Kemudian di Kabupaten Karanganyar: industri makanan, tekstil, kayu dan bahan-bahan kimia. Berdasarkan analisis-analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat keunggulan faktor lokasi untuk pengembangan sektor industri di setiap wilayah di Kawasan Subosuka tidak sama. Dan secara umum, industri yang unggul di Kawasan Subosuka adalah industri makanan, tekstil, kayu dan bahan-bahan kimia.
-
Kata Kunci : Keunggulan komparatif industri,Boyolali,Surakarta,Karanganyar,Sukoharjo,Kawasan Subosoka,Jawa Tengah