Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kabupaten Tulungagung dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya (Kasus Implementasi di Kelurahan Tertek dan Desa Serut)
Ayu Pandansari, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D, IPM.
2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah program penanganan permukiman kumuh yang bersifat partisipatif, dilaksanakan di permukiman perkotaan dengan status administrasi kelurahan maupun desa. Perbedaan karakteristik spasial dan non spasial diindikasikan dapat membentuk perbedaan respon masyarakat. Sebagai program yang berbasis masyarakat, pemahaman mengenai faktor yang memengaruhi partisipasi menjadi hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menyandingkan capaian program, tingkat partisipasi masyarakat, hingga faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat di kelurahan dan desa.
Penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan metode campuran (mixed method) kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kelurahan Tertek dan Desa Serut, dengan unit analisis masyarakat kedua lokasi. Unit amatan atau variabel penelitian: (1) capaian program (efektivitas, responsivitas, relevansi, dampak, dan keberlanjutan); (2) partisipasi masyarakat (upaya masyarakat dan kontribusi sumber daya); dan (3) faktor pengaruh (pihak luar, kemauan, kemampuan, kesempatan, pemahaman, iklim sosial, dan pengetahuan tentang lingkungan). Sampel penelitian terdiri atas 90 orang, dengan 37 orang mewakili kelurahan dan 53 orang mewakili desa. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, didukung data sekunder dari dokumen yang relevan.
Temuan menunjukkan bahwa implementasi Program KOTAKU menunjukkan capaian yang tinggi di lokasi dengan perbedaan karakteristik. Kedua lokasi menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat pada level placation hingga partnership, dan tergolong dalam tokenism. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa pihak luar, kemauan, kemampuan, kesempatan, pemahaman, iklim sosial, dan pengetahuan tentang lingkungan merupakan faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat. Di kelurahan, kemauan adalah faktor yang paling dominan. Sebaliknya di desa, pengetahuan tentang lingkungan dan iklim sosial masyarakat lebih dominan. Faktor pendukung dengan pengaruh kuat yaitu: kemauan, pengetahuan tentang lingkungan, iklim sosial, dan kemampuan. Sedangkan kesempatan dan pemahaman menjadi faktor pendukung dengan pengaruh lemah. Sementara pihak luar dapat berpotensi menjadi penghambat jika partisipasi terlalu bergantung pada dorongan eksternal. Penelitian ini merekomendasikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik masyarakat (understanding community) untuk program serupa agar lebih adaptif terhadap konteks lokal.
KOTAKU (City Without Slums) Program is a participatory slum upgrading program implemented in urban settlements, both urban and rural villages. It is hypothesized that differences in spatial and non-spatial characteristics between these locations could lead to varied community responses. As a community-based program, understanding the factors influencing community participation is crucial. This study aimed to compare program achievements, community participation level, and the factors influencing participation in urban and rural villages.
This research employed a deductive approach using mixed-methods of quantitative and qualitative. The study was conducted in Tertek Urban Village and Serut Rural Village, with the community in both locations serving as the unit of analysis. Research variables included: (1) program achievements (effectiveness, responsiveness, relevance, impact, and sustainability); (2) community participation (community efforts and resource contributions); and (3) influencing factors (external parties, willingness, capability, opportunity, community understanding, social climate, and environmental knowledge). The research sample comprised 90 respondents, with 37 from the urban village and 53 from the rural village. Primary data were collected through questionnaires, interviews, and observations, supplemented by relevant secondary documents.
The findings indicate that KOTAKU Program implementation demonstrates high achievements in locations with differ characteristics. Both locations exhibited community participation levels ranging from placation to partnership, classified as tokenism. Factor analysis revealed that seven factors are all influence community participation. Willingness was most dominant in the urban village, while environmental knowledge and social climate are more dominant in the rural village. Strong supporting factors included willingness, environmental knowledge, social climate, and capability. Meanwhile opportunity and community understanding were weaker supporting factors. External parties, however, could hinder participation if community become overly reliant on them. This study recommends a deeper understanding of community characteristics to ensure similar future programs are more adaptive to local contexts.
Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Program KOTAKU, Permukiman Kumuh, Faktor Pengaruh, Masyarakat Kelurahan-Desa