Perbandingan berat daging dan berat tulang karkas kerbau yang telah menglami pelayuandi rumah pemotongan hewan Kota Madya Semarang
Bintoro Her Sasongko, Drh. Soenarjo Djojowidagdo; Drh. Gamblong Sudiono
1976 | Skripsi | S1 PETERNAKANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya persentasi berat daging dan berat tulang karkas kerbau yang telah mengalami perlayuan. Penelitian ini dilakukan di rumah Pemotongan hewon Semarang, dengan menggunakan sampel sebunysk 81 ekor,a terdiri dari 35 ekor kerbau jantan doa 48 ekor kerbau betina,yang berumur antara dua sampai delapan tahun. Dagingnya digolongkan berdasarkan cara pengirisan( penyayatan) yang bbiasa dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Semarang, yaitu daging kaki depan, daging leher, perut, intercostae, dan daging kaki belakang Rata-rata berat daging pada kerbau jantan antera 7,097 - 77,4045 percen, dan tulangnya - 3,993 = 20,527persen dari berat karkus layu. Sedangkan pada kerbau betina 76,5705 - 78,5331 persen untuk daging dan 22,4758 = 20,5632 persen untuk tulang dari berat karkas loyunya. Dari hasil analisa F<0,05), ternyata umur tidak berpengaruh terhadap besarnya daging, begitu juga persentase berat tulangnya. Persentase berat daging perbagian ada perbedaan, setelah di test dengan Least Siignificance Difference (L.S.D) t 0,05 , persentase berat daging kaki belakang yang paling tinggl, kemudian diikuti olen daging leher perut, intercosteg, dan yang paling rendah adalah daging kaki depan Oleh karena data kerbau jantan dan batina tidak ada unsur yang sama, maka pengaruh umur terhadap persentase berat daging dan berat tulang tidak depat diketehui,
Kata Kunci : Bberat daging: berat tulang karkas kerbau; RPH Semarang