PEMETAAN PARTISIPATIF LAHAN ANDIL DI PETAK 29 HWD CANTEL KHDTK DIKLATHUT UGM, DESA CANTEL, KECAMATAN PITU, KABUPATEN NGAWI
Adharoni Maulana Asofi, Dr. Ir. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
PEMETAAN PARTISIPATIF LAHAN ANDIL DI PETAK 29 HWD
CANTEL KHDTK DIKLATHUT UGM, DESA CANTEL, KECAMATAN
PITU, KABUPATEN NGAWI
Adharoni Maulana Asofi1
, Wahyu Wardhana2
INTISARI
Pemetaan partisipatif adalah pendekatan yang menekankan keterlibatan
langsung masyarakat dalam proses identifikasi, pengumpulan, dan pemetaan data
spasial wilayah kelolanya. Pendekatan ini sangat relevan diterapkan di kawasan
hutan negara yang sebagian kawasannya telah dimanfaatkan secara oleh
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lahan andil secara
partisipatif di Petak 29 HWD Cantel, KHDTK UGM sebagai bentuk upaya
pemangku kawasan dalam memahami kondisi aktual pemanfaatan lahan.
Metode yang digunakan adalah metode pemetaan partisipatif dengan
pendekatan kualitatif-deskriptif. Pendekatan tersebut meliputih Focus Group
Discussion (FGD), penyusunan peta sketsa, identifikasi dan verifikasi lapangan
dengan GPS, Transkripsi data menjadi peta, Koreksi dan validasi peta, dan
Kesepakatan. Namun, implementasi pendekatan partisipatif dalam penelitian ini
belum berjalan secara optimal. Meskipun tahap koordinasi awal telah dilakukan
dengan tokoh stakeholder setempat, partisipasi langsung dari seluruh penggarap
lahan dalam proses sosialisasi, identifikasi lapangan, hingga validasi peta sangat
terbatas. Hal ini berdampak pada hasil peta yang kurang merepresentasikan kondisi
sosial secara menyeluruh dan menimbulkan risiko bias dalam data spasial. Temuan
ini menunjukkan perlunya perencanaan ulang strategi partisipasi dengan
mempertimbangkan waktu, cara komunikasi, serta insentif sosial dan ekonomi yang
relevan bagi masyarakat.
Hasil distribusi spasial penelitian menunjukkan bahwa dari total luas 21,37
ha, sebanyak 10,88 ha (50,92%) merupakan lahan andil yang telah dikelola
masyarakat, sedangkan 10,49 ha (49,08%) masih berupa tegakan jati tinggal.
Penelitian juga menghasilkan informasi mengenai pemanfaatan lahan sebagai lahan
andil sejumlah 32 bidang dengan total luas 10,88 ha. Rata-rata luas per bidang andil
adalah 0,34 ha. Lahan andil seluruhnya berstatus aktif dan dimanfaatkan untuk
pertanian, yakni tebu, padi, jagung, dan ketela.
Penelitian ini memberikan informasi penting bagi KHDTK UGM sebagai
pemangku kawasan melalui profil gambaran kondisi kawasan hutan khususnya
pada petak 29 sehingga dapat menyusun strategi pengelolaan dan pengamanan
kawasan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong perencanaan rehabilitasi
lahan yang berbasis data partisipatif dan representatif.
Kata Kunci: Pemetaan Partisipatif, Lahan Andil, KHDTK
1 Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM
2 Staff Pengajar Fakultas Kehutanan UGM
PARCIPATORY MAPPING OF CONTRIBUTION LAND IN PLOT 29
HWD CANTEL KHDTK DIKLATHUT UGM, CANTEL VILLAGE, PITU
DISTRICT, NGAWI REGENCY
Adharoni Maulana Asofi1
, Wahyu Wardhana2
ABSTRACT
Participatory mapping is an approach that emphasizes the direct
involvement of local communities in the identification, collection, and mapping of
spatial data within their managed areas. This approach is particularly relevant in
state forest areas where significant portions have been informally utilized by
surrounding communities. This study aimed to develop a participatory map of
community-managed land (“lahan andil”) in Plot 29 of the Hutan Wengkon Desa
(HWD) Cantel, KHDTK UGM, as part of the forest authority’s efforts to
understand actual land-use conditions.
A qualitative-descriptive participatory mapping methodology was
employed, comprising Focus Group Discussions (FGDs), sketch map creation, field
identification and verification using GPS, data transcription into a digital map, map
correction and validation, and final agreement. However, the participatory process
was not fully effective: despite initial coordination with key stakeholders, direct
involvement of all land users during socialization, field verification, and map
validation remained limited. This shortfall compromised the map’s ability to fully
represent social realities and introduced potential spatial data bias. These findings
highlight the need to redesign participation strategies by addressing timing,
communication methods, and relevant social and economic incentives.
Spatial analysis revealed that, of the total 21.37?ha of Plot?29, 10.88?ha
(50.92%) is managed as lahan andil by 32 distinct parcels, averaging 0.34?ha each,
while the remaining 10.49?ha (49.08%) consists of residual teak stands. All parcels
are actively cultivated with crops such as sugarcane, rice, maize, and cassava.
The study provides critical spatial and social insights for KHDTK UGM as
the forest authority, enabling more targeted management and protection strategies
and informing community-based land rehabilitation planning with representative
participatory data.
Keywords: Participatory Mapping, Allocated Land, KHDTK
1 Student of Faculty of Forestry UGM
2 Lecturer of Faculty of Forestry UGM
Kata Kunci : Pemetaan Partisipatif, Lahan Andil, KHDTK