ANALISIS HUBUNGAN ANTARA SITUATIONAL AWARENESS DENGAN PERILAKU BERESIKO PADA PENGENDARA MOBIL
Monica Gozali, Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., MPM. Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRISituational awareness dapat diartikan sebagai pemahaman dan kepekaan seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Menurut Endsley (1995), situational awareness terdiri dari tiga level, yaitu persepsi, komprehensi dan proyeksi. Persepsi merupakan tahapan saat pikiran membentuk persepsi dasar dari informasi-informasi individu yang diterima. Komprehensi merupakan tahapan untuk mengkombinasi, mengintepretasi dan menyimpan gabungan beberapa informasi. Proyeksi merupakan kemampuan untuk memprediksi situasi yang mungkin terjadi berdasarkan informasi yang ada. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dari ketiga level situational awareness tersebut terhadap risky behavior pada pengendara mobil. Risky behavior dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu safe, precaution, hazardous dan accident. Penentuan risky behavior pengendara mobil dilakukan berdasarkan hasil eksperimen menggunakan simulasi Driving Simulator. Nilai situational awareness diukur dengan metode Situational Awareness Global Assessment Technique (SAGAT). Sebagai stimulus untuk memvariasikan situational awareness dari pengendara mobil, diperlakukan dua kondisi yaitu multitasking dan tanpa multitasking. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan situational awareness yang signifikan pada kondisi multitasking dan tanpa multitasking. Situational awareness pada kondisi multitasking lebih rendah dibanding kondisi tanpa multitasking. Nilai P-value dari masing-masing level situational awareness adalah sebesar 0,012, 0,007 dan 0,006. Pengujian hubungan antara situational awareness dan risky behavior dilakukan dengan metode discriminant analysis. Hasil dari discriminant analysis menunjukkan bahwa pengelompokan risky behavior menjadi empat kategori tidak sensitif karena hanya situational awareness level 2 yang berbeda signifikan dari keempat kategori tersebut. Oleh karena itu, pengelompokan diperkecil menjadi dua kelompok, yaitu low risk dan high risk. Hubungan antara situational awareness dan risky behavior ditunjukkan melalui persamaan Z = – 4,878 – 2,421 X11 + 5,010 X12 + 3,234 X13 dengan X11 adalah situational awareness level 1, X12 adalah situational awareness level 2 dan X13 adalah situational awareness level 3. Persamaan ini memiliki memiliki nilai R-square sebesar 21,90%. Artinya model dapat menjelaskan 21,90% dari variasi pengelompokan variabel, yaitu low risk dan high risk. Rendahnya nilai R-square mungkin disebabkan karena kurangnya variabel yang dapat menggambarkan risky behavior pengendara. Dari persamaan discriminant analysis juga disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat situational awareness, maka subjek akan cenderung memiliki low risk behavior. Kata kunci : situational awar
Kata Kunci : situational awareness, risky behavior, multitasking, simulasi