Strategi kelangsungan hidup rumah tangga buruh nelayan di pantai Baron
Hasrawati, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra
2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDesa Kemadang merupakan desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor perikanan dan pertanian. Oleh karena itu tepat sekali untuk dilakukan penelitian ini yang berjudul: STRATEGI KELANGSUNGAN HIDUP RUMAH TANGGA BURUH NELAYAN DI PANTAI BARON (DESA KEMADANG, KEC. TANJUNG SARI, KAB. GUNUNG KIDUL). Seperti kebanyakan desa-desa lainnya Desa Kemadang juga tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan khas daerah perikanan yang sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupannya pada sektor tersebut. Permasalahan-permasalan tersebut seperti bertambahnya populasi nelayan yang tidak diimbangi oleh pertambahan populasi ikan, alat tangkap yang sederhana, dan pekerjaan sampingan yang tersedia terbatas. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis tingkat sosial ekonomi rumah tangga buruh nelayan, 2) Mengetahui pengaruh banyaknya anggota keluarga yang bekerja terhadap total pendapatan rumah tangga, 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi tersebut di atas untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarga. Pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Jumlah nelayan yang ada di Desa Kemadang sebanyak 127 orang, termasuk diantaranya nelayan pemilik dan nelayan darat sebanyak 40 orang. Sementara khusus buruh nelayan jumlahnya sebanyak 87 orang, dan dari jumlah tersebut diambil sebanyak 60 orang sebagai sampel secara acak. Untuk pengujian hipotesis, digunakan, tabel frekwensi, tabulasi silang dan korelasi Pearson"s Produck Moment. Hasil peneletian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat tiga kelompok/tipologi rumah tangga buruh nelayan di daerah penelitian, yaitu rumah tangga buruh nelayan kaya, rumah tangga buruh nelayan biasa, dan rumah tangga buruh nelayan miskin; (2) Semakin banyak jumlah anggota rumah tangga bekerja, pendapatan total rumah tangga buruh nelayan semakin besar, (3) Pemilihan strategi kelangsungan hidup rumah tangga buruh nelayan dipengaruhi oleh umur dan pendidikan. Semakin produktif umur buruh nelayan, kecenderungan untuk diversifikasi usaha semakin besar dan semakin tua umur buruh nelayan, kecenderungan untuk memanfaatkan sumber daya rumah tangga semakin besar. Kemudian semakin rendah pendidikan buruh nelayan, kecenderungan untuk diversifikasi usaha semakin besar, walaupun dengan tingkat produktifitas yang rendah.
-
Kata Kunci : Strategi kelangsungan hidup, rumahtangga buruh nelayan,Tanjungsari,Gunungkidul,DIY