Laporkan Masalah

Identifikasi, Prevalensi, dan Intensitas Infeksi Endoparasit Helmin pada Ikan Pelagis Kecil di Perairan Pantai Kabupaten Bantul

Hanindya Fairuzia Hidayat, Dr. Ir. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si; Prof. Dr. Ir. Murwantoko, M.Si

2025 | Tesis | S2 ILMU PERIKANAN

Endoparasit helmin seperti Anisakis sp. dan Rhadinorhynchus sp. telah dilaporkan menginfeksi ikan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan tingkat infeksi endoparasit helmin pada komoditas ikan pelagis kecil di Perairan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Sebanyak 100 ekor ikan pelagis kecil terdiri dari Selar crumenophthalmus, Sardinella gibossa, dan Rastrelliger faughni diukur panjang dan beratnya, kemudian dibedah untuk mengidentifikasi keberadaan endoparasit helmin. Pemeriksaan dilakukan pada rongga tubuh, saluran pencernaan, dan gonad. Endoparasit helmin yang ditemukan dikelompokkan berdasarkan ciri morfologi dan molekuler menggunakan metode direct sequencing dengan target wilayah ITS rDNA (ITS1-5,8S-ITS2) dan 18S RNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi Anisakis pada R. faughni (P=28,13%, MI=1,67), S. crumenophthalmus (P=21,05%, MI=1,25), dan S. gibbosa (P=16,67%, MI=3,20). Rhadinorhynchus sp. hanya terdeteksi pada R. faughni, dengan prevalensi 15,63?n intensitas rata-rata 2,00 larva/ikan. Analisis makanan menunjukkan bahwa krustasea merupakan makanan dari ketiga spesies ikan dan zooplankton menjadi makanan utama dari R. faughni dan S. gibbosa. Preferensi makanan ini yang memfasilitasi transmisi endoparasit pada ikan, karena krustasea berperan sebagai inang perantara bagi Anisakis dan Rhadinorhynchus. Identifikasi molekuler mengonfirmasi endoparasit helmin sebagai Anisakis typica dan Rhadinorhynchus memiliki kemiripan paling dekat dengan Rhadinorhynchus dorsoventrospinosus, yang didukung oleh analisis filogenetik dengan sekuens referensi global. Temuan ini menegaskan peran transmisi berbasis pola makan dalam membentuk infeksi helmin dan menyoroti perlunya pemantauan endoparasit helmin zoonotik pada spesies ikan yang bernilai ekonomi penting guna mengurangi risiko kesehatan masyarakat. 

Helminth endoparasites such as Anisakis sp. and Rhadinorhynchus sp. have been reported to infect fish. This study was conducted to determine the infection rate of helminth endoparasites in small pelagic fish commodities in the Bantul Regency Ocean, Special Region of Yogyakarta, Indonesia. One hundred small pelagic fish consisting of Selar crumenophthalmus, Sardinella gibbosa, and Rastrelliger faughni were measured for length and weight, then dissected to identify the presence of helminth endoparasites. Examinations were conducted on the body cavity, digestive tract, and gonads. The helminth endoparasites identified were grouped based on morphological characteristics and molecularly using the direct sequencing method, targeting the ITS rDNA region (ITS1-5.8S-ITS2) and the 18S RNA. The results showed Anisakis infection in R. faughni (P=28.13%, MI=1.67), S. crumenophthalmus (P=21.05%,MI=1.25), and S.gibbosa (P=16.67%, MI=3.20). Rhadinorhynchus sp. was only detected in R. faughni, with a prevalence of 15.63% and a mean intensity of 2.00 larvae per fish. Food analysis showed that all three fish consumed crustaceans, and zooplankton was the main food source for R. faughni and S. gibbosa. This dietary preference facilitates endoparasite transmission in fish, as crustaceans serve as intermediate hosts for Anisakis and Rhadinorhynchus. Molecular identification confirmed the helminth endoparasites as Anisakis typica and Rhadinorhynchus, which showed the closest similarity to Rhadinorhynchus dorsoventrospinosus, supported by phylogenetic analysis with global reference sequences. These findings confirm the role of diet-based transmission in shaping helminth infections and underscore the importance of monitoring zoonotic helminth endoparasites in economically important fish species to mitigate public health risks.

Kata Kunci : endoparasit, helmin, identifikasi molekuler, pelagis kecil, preferensi pakan

  1. S2-2025-526773-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526773-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526773-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526773-title.pdf