Identifikasi Morfologi, Morfometri, dan Molekuler Lobster (Panulirus spp.) di Perairan Selatan Jawa dan Pulau Buton
Agita Ashya Azani, Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si.; Dr.rer.nat. Riza Yuliratno, S.Kel., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 ILMU PERIKANAN
Identifikasi spesies
lobster berduri (Panulirus spp.) dari perairan selatan Jawa dan Pulau
Buton dilakukan dengan menggabungkan data morfologi, morfometri, dan molekuler.
Data molekuler berdasarkan pada gen 16S rRNA mitokondria dan diperoleh DNA
dengan panjang sekuen berkisar antara 436–495 bp. Identifikasi secara morfologi
menunjukkan hasil yang secara konsisten dapat mengidentifikasi lima spesies
yang berbeda, yaitu P. homarus, P. versicolor, P. longipes, P. penicillatus,
dan P. ornatus. Hasil analisis Principal Component Analysis
(PCA) karakteristik morfometri lobster menunjukkan bahwa bagian karapas posterior dapat
digunakan sebagai karakteristik pembeda potensial antar spesies. Namun, scatter
plot hasil PCA menunjukkan hasil tumpang tindih yang mengindikasikan adanya
kesamaan morfologis yang tinggi dari karakteristik morfometri di antara spesies
sejenis sehingga memungkinkan adanya potensi risiko kesalahan identifikasi. Data
molekuler berhasil membentuk tingkatan takson dari semua spesies, didukung oleh
percent identity yang tinggi (>97–100%), pohon filogenetik yang terbentuk,
serta celah barcoding yang jelas antara jarak genetik intraspesifik
(0–1%) dan interspesifik (4–22%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan
penanda molekuler penting untuk melengkapi identifikasi secara morfologi
tradisional. Metode yang terintegrasi ini dapat memberikan landasan yang kuat dalam
mengidentifikasi spesies secara akurat sehingga hasil yang diperolah dapat dimanfaatkan
sebagai dasar dalam upaya pengelolaan dan konservasi lobster Panulirus spp.
secara efektif.
Species identification of
spiny lobsters (Panulirus spp.) from the waters of southern Java and
Buton Island was conducted by combining morphological, morphometric and
molecular data. Molecular data was based on the mitochondrial 16S rRNA gene and
obtained DNA with sequence lengths ranging from 436–495 bp. Morphological
identification showed results that could consistently identify five different
species, namely P. homarus, P. versicolor, P. longipes, P. penicillatus, and
P. ornatus. The results of Principal Component Analysis (PCA) analysis
of lobster morphometric characters show that the posterior carapace can be used
as a potential distinguishing character between species. However, the scatter
plot of PCA results showed overlapping results indicating a high morphological
similarity of morphometric characters among conspecifics, allowing a potential
risk of misidentification. Molecular data successfully established taxon levels
of all species, supported by high percent identity (>97–100%), phylogenetic
trees formed, as well as clear barcoding gaps between intraspecific (0–1%) and
interspecific (4–22%) genetic distances. The results of this study indicate
that the use of molecular markers is important to complement traditional
morphological identification. This integrated method can provide a strong
foundation for accurate species identification, and the results can be utilized
as a basis for effective management and conservation of Panulirus spp.
lobsters.
Kata Kunci : DNA barcoding, filogenetik, klustering, Palinuridae, truss morfometric