Hubungan Ketahanan Pangan terhadap Kejadian Wasting pada Anak Usia di Bawah Lima Tahun di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah Tahun 2014-2024 : Meta-Analisis
Fauriza Afifah, Dr. rer. nat. dr. BJ. Istiti Kandarina ; Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang :
Wasting pada anak usia
di bawah lima tahun merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak,
terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ketahanan pangan yang
tidak memadai dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kejadian wasting. Studi ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara ketahanan pangan dan kejadian wasting pada anak usia di bawah lima tahun di negara berpenghasilan
rendah dan menengah selama periode
2014–2024.
Metode : Penelitian ini
menggunakan metode meta-analisis. Artikel penelitian dikumpulkan dari tiga databases: PubMed, Scopus, dan Google
Scholar. Kriteria inklusi meliputi studi observasional (cross-sectional, case-control,
atau cohort) yang dilakukan di negara
berpenghasilan rendah dan menengah dan
membahas hubungan ketahanan pangan dengan kejadian wasting pada anak usia di bawah lima tahun. Analisis data dilakukan
menggunakan R Studio.
Hasil : Hasil skrining artikel sesuai eligibility criteria didapat 21 artikel. Mayoritas studi menggunakan cross sectional, dan distribusi geografis terdapat di Afrika, India dan Bangladesh. Hasil efek gabungan menunjukkan bahwa kerawanan pangan secara signifikan meningkatkan risiko kejadian wasting pada anak balita dengan OR (95%CI) = 1.54 (1.11 - 2.15). Namun, heterogenitas efek gabungan sangat tinggi (I²) = 94?ngan p value < 0>exposure menunjukkan perbedaan signifikan dalam efek hubungan (p value < 0>
Kesimpulan : Meta-analisis ini menunjukkan hubungan statistik signifikan antara ketahanan pangan buruk dengan kejadian wasting pada anak usia di bawah lima tahun di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun, heterogenitas tinggi dan potensi bias publikasi menurunkan tingkat kepastian bukti (GRADE) menjadi sangat rendah.
Background: Wasting among
children under five years old is a pressing public health issue, particularly
in low and middle income countries. Inadequate food security may contribute to
the occurrence of wasting. This study aims to analyze the relationship between
food security and wasting in children under five in low and middle income countries
from 2014 to 2024.
Methods: This study
employs a meta-analysis method. Research articles were collected from three
databases: PubMed, Scopus, and Google Scholar. The inclusion criteria include
observational studies (cross-sectional, case-control, or cohort) conducted in low
and middle income countries that examine the relationship between food security
and wasting in children under five. Data analysis is performed using software R
Studio
Results: The results of the article screening according to the eligibility criteria yielded 21 articles. The majority of the studies used cross-sectional designs, and the geographical distribution was found in Africa, India, and Bangladesh. The pooled effect results showed that food insecurity significantly increases the risk of wasting in young children with OR (95%CI) = 1.54 (1.11 - 2.15). However, the heterogeneity of the pooled effect was very high (I²) = 94% with a p-value < 0>
Conclusion: This meta-analysis showed a statistically significant relationship between poor food security and the incidence of wasting in children under five years of age in low- and middle-income countries. However, high heterogeneity and potential publication bias reduce the certainty of the evidence (GRADE) to very low.
Kata Kunci : Ketahanan pangan, wasting, anak balita, negara berpenghasilan rendah dan menengah, meta-analisis / Food security, wasting, under-five children, low and middle income countries, meta-analysis