Laporkan Masalah

Konsepsi perubahan ruang kampung pinggir kota :: Studi kasus Kampung Kebonagung Malang

SETIYAWAN, Arief, Ir. Sudaryono, M.Eng.,Ph.D

2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Penelitian ini berawal dari keingintahuan mengenai rumah di dalam kampung, karena kampung merupakan tempat tinggal sebagian besar warga kota. Artinya wajah kota didominasi oleh keberadaan kampung. Karakteristik kampung memiliki keunikan karena merupakan pencerminan dari kehidupan kota, desa atau perpaduan antara kehidupan kota dan desa. Penelitian ini tidak berdasarkan gap atau kesenjangan tentang masalah perumahan di kampung tetapi berdasarkan fenomena dari proses perubahan ruang kampung yang berkaitan erat dengan rumah yang ada di dalam kampung tersebut. Pembahasan mengenai konsepsi perubahan ruang kampung oleh masyarakat kampung pinggir kota dapat berkaitan dengan aspek-aspek fisik dan non fisik dan bisa juga bersinggungan dengan pembahasan mengenai bentukan-bentukan dari settlement yang bersifat alamiah didalam lingkungan kampung itu sendiri. Penelitian ini dilakukan mengikuti kaedah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-induktif. Diawali dengan pengamatan yang cermat, kemudian diabstraksikan kedalam konstruksi konseptual. Dari keseluruhan proses penelitian yang dilakukan di kampung gang dua Kebonagung Malang, proses perubahan ruang kampung gang dua dipengaruhi lima faktor utama yaitu hubungan kekerabatan, sistem soyo (ideologi kekerabatan dalam kerjasama pembangunan rumah), faktor sosial kemasyarakatan, faktor ekonomi keluarga dan proses perubahan rumah yang termasuk didalamnya perubahan ruang rumah serta cara pembangunan rumah. Tidak selalu keseluruhan proses perubahan ruang kampung yang terjadi di kampung gang dua dipengaruhi oleh keseluruhan faktor yang telah disebutkan, dapat pula proses perubahan ruang kampung yang terjadi hanya dipengaruhi oleh salah satu dari keseluruhan faktor tersebut. Temuan penting lainnya dalam penelitian ini adalah terjadinya pengusaan lahan oleh individu dalam hal ini terjadi privatisasi lahan intitusi dan privatisasi ruang sosial, terbentuknya komunalisasi ruang privat atau individu

This research departed from a curiosity of a kampung settlement, which is the dwelling area for most urban inhabitants. It implies that urban outlook is dominated by kampung. Kampung settlement shows unique characteristic that reflecting urban life and rural life, and a combination of the two. The research was based not on a gap or problem of housing in kampung, but rather on a phenomenon resulting from the process of spatial change in kampung that closely related to houses in the concerned kampung. A study on the conception of spatial change in kampung in the outskirt of city may relate to physical and non-physical aspects, and may also relate to natural forms of settlement within that kampung itself. This research was a qualitative research using a descriptive-inductive method. It began with a careful observation and continued to its abstraction into conceptual construction. The results of the research that was conducted in Kampung Gang Dua Kebonagung, Malang reveal a process of spatial change that was affected by 5 major aspects, namely kinship relation, sayo system (kinship ideology in cooperation for building a house), social factor, household economic factor, and process of house change that include a change of house lay-out and construction method in building a house. Not every process of change in house lay-out taking place in Kampung gang dua. The change is not necessarily affected by all of factors; it may be affected only by one of those factors. Another important finding is a process of land acquisition by individual, or privatisation of institutional land and social space, and a communalisation of private or individual space.

Kata Kunci : Perubahan Ruang,Konsepsi,Kampung Pinggir Kota, Process of spatial change, Conception of spatial change, Kampung in the urban outskirt


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.