Dukungan Psikososial pada Pengungsi dengan Disabilitas: Sebuah Scoping Review
Arifa Widyasari, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiKenaikan jumlah pengungsi akibat kejadian konflik dan perang di tingkat global masuk pada angka tertinggi sepanjang masa. Dampak migrasi paksa mencakup multidimensi termasuk masalah psikososial terutama pada kelompok berisiko seperti pengungsi dengan disabilitas. Kebergantungan terhadap pendamping pengungsi dengan disabilitas membuat pengungsi dan pendamping menjadi tidak terpisahkan dalam penanganannya. Penelitian sebelumnya melakukan pemetaan dukungan psikososial hanya di negara Suriah saja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan informasi dukungan psikososial yang selama ini sudah berjalan secara global dan bagaimana evaluasinya. Proses pencarian yang melibatkan empat database akademik menghasilkan 12.049 artikel dan melibatkan 34 artikel di akhir seleksi. Artikel yang dilibatkan sebagian besar ditemukan di Eropa membuat penelitian lebih banyak melibatkan negara di Eropa. Dukungan psikososial selama ini yang sudah berjalan meliputi layanan keamanan dan dasar, layanan dukungan keluarga dan komunitas, layanan non-spesialis, dan layanan spesialis. Dukungan psikososial yang sudah berjalan diberikan kepada berbagai jenis disabilitas dengan disabilitas mental yang paling banyak ditemukan. Hasil evaluasi menunjukkan pengungsi dengan disabilitas rentan akan stigma ganda sehingga memunculkan isolasi sosial dan bergantung besar dari bantuan eksternal yang ada. Pendekatan yang dilakukan harus berjalan secara lebih intens dan berbeda dengan pengungsi non disabilitas. Kehadiran negara, komunitas, atau organisasi yang dapat bekerja antar sistem dalam penyediaan kebutuhan mendasar pengungsi dengan disabilitas guna mengurangi interdependensi terutama dengan pendamping dengan disabilitas. Dukungan psikososial yang sudah berjalan mengindikasikan perlunya perubahan sistematik dari mulai legal framework yang lebih jelas, edukasi pengurangan stigma, hingga targeted mainstreaming agar memunculkan sistem dukungan psikososial yang inklusif melalui proses advokasi.
The global number of refugees due to conflict and war has reached an all-time high, with forced migration posing multidimensional impacts, particularly psychosocial issues among high-risk groups such as refugees with disabilities. The interdependence between refugees with disabilities and their caregivers necessitates joint consideration in support provision. Previous studies have focused mainly on psychosocial support in Syria. This scoping review aims to provide a comprehensive global overview of existing psychosocial support for refugees with disabilities. A systematic search across four academic databases yielded 12,049 articles, with 34 included in the final review, predominantly from European contexts. Psychosocial support provided to refugees with disabilities covers basic security services, family and community support, non-specialist services, and specialized care. Mental disabilities are the most frequently addressed. Evaluations indicate that refugees with disabilities remain highly vulnerable to social isolation and heavily dependent on external aid. Support approaches must be more intensive and distinct from those for non-disabled refugees. Active involvement of states, communities, and cross-system organizations is essential to reduce this dependency The existing psychosocial support indicates the need for systematic changes, starting from a clearer legal framework, stigma reduction education, to improved targeted mainstreaming process, in order to foster an inclusive psychosocial support system through advocacy efforts.
Kata Kunci : dukungan psikososial, pengungsi dengan disabilitas, scoping review/psychosocial support, refugee with disabilities, scoping review