Laporkan Masalah

Analisis Penggunaan Konsumsi Listrik dan Air pada Gedung Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Pramana Aji Dhaniaputra, Dr. Eng. Ir. Mohammad Kholid Ridwan, S.T., M.Sc., IPU.

2025 | Skripsi | FISIKA TEKNIK

Pada penggunaan aliran listrik dan debit air dimana perlu dipertimbangkan dalam mengkonsumsi penggunaan listrik dan debit air. Dengan konsep standar Intensitas Konsumsi Energi (IKE) terhadap bangunan hijau yang merupakan jenis bangunan dengan dirancang, dioperasikan, dan dirawat secara prinsip-prinsip ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya. Tujuan utama dari bangunan hijau adalah mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Dengan analisis penggunaan konsumsi listrik dan air yang dilakukan di Universitas Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, ISI mengintegrasikan konsep bangunan hijau dengan standar IKE melalui pendekatan desain yang ekonomis, seni lingkungan, dan pelestarian nilai lokal. ISI juga aktif dalam pendidikan dan pelatihan keberlanjutan berbasis kearifan lokal, menjadikannya pelopor kampus seni yang mendukung prinsip keberlanjutan holistik dalam desain, budaya, dan praktik akademik. 

Pada data yang telah dianalisis bahwa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta termasuk bangunan yang ramah lingkungan dimana pada jumlah penggunaan konsumsi listrik dalam 1 tahun sebanyak 147.461 kWh/tahun, sehingga data tersebut kurang dari standar IKE dan memiliki rata rata penggunaan listrik pada semester ganjil sebesar 11.829 kWh dan semester genap sebesar 8.218 kWh. Pada konsumsi debit air yang terhitung dari data tersebut terdapat jumlah penggunaan debit air tiap bulan dari 1.861 hingga 4.049 m3/bulan, sehingga penggunaan konsumsi debit air juga termasuk ramah lingkungan, dikarenakan dengan jumlah 6.110 orang di Fakultas Seni Pertunjukan.

It is necessary to consider the consumption of electricity and water flow when using electrical and water flow. The standard Energy Consumption Intensity (IKE) concept for green buildings, which are a type of building designed, operated, and maintained based on environmentally friendly principles and resource efficiency, is used. The main goal of green buildings is to reduce negative environmental and human health impacts.

With an analysis of electricity and water consumption at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta (ISI), ISI integrates the concept of green buildings with IKEA standards through an economical design approach, environmental art, and the preservation of local values. ISI is also actively involved in sustainability education and training based on local wisdom, making it a pioneer in arts campuses that support the principles of holistic sustainability in design, culture, and academic practices.

Based on the analyzed data, the Faculty of Performing Arts at ISI Yogyakarta is considered an environmentally friendly building. Its annual electricity consumption is 147,461 kWh, which is below the standard Energy Consumption Intensity (IKE). The average electricity usage is 11,829 kWh during the odd semester and 8,218 kWh during the even semester. Regarding water consumption, the recorded monthly water usage ranges from 1,861 to 4,049 cubic meters. This level of water consumption is also considered environmentally friendly, especially given the total population of 6,110 individuals at the Faculty of Performing Arts.

Kata Kunci : bangunan hijau, ramah lingkungan, seni lingkungan

  1. S1-2025-428671-abstract.pdf  
  2. S1-2025-428671-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-428671-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-428671-title.pdf