Laporkan Masalah

ANALISIS KINERJA LALU LINTAS DAN TINGKAT PELAYANAN JALAN (LEVEL OF SERVICE) AKIBAT BEROPERASINYA EXIT TOL BANYUREJO TERHADAP KINERJA RUAS JALAN KLANGON-TEMPEL

Lusia Pratiwi, Prof. Ir Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | TEKNIK SIPIL

Pembangunan infrastruktur jalan tol seperti Jalan Tol Yogyakarta–Bawen membawa pengaruh signifikan terhadap jaringan jalan eksisting di sekitarnya. Salah satu ruas yang terpengaruh langsung adalah Jalan Klangon–Tempel yang berfungsi sebagai alternatif penghubung ke jalan nasional dari Exit Tol Banyurejo. Meskipun jalan tersebut awalnya memiliki volume lalu lintas yang relatif rendah, beroperasinya exit tol berpotensi menimbulkan lonjakan kendaraan yang signifikan. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan penelitian yang berfokus pada evaluasi kinerja jalan akibat pembangunan infrastruktur baru dalam konteks perencanaan transportasi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas dan tingkat pelayanan (LOS) pada Jalan Klangon–Tempel akibat beroperasinya Exit Tol Banyurejo.

Analisis dilakukan dengan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, mencakup evaluasi volume lalu lintas, kapasitas jalan, derajat kejenuhan (V/C ratio), kecepatan tempuh, serta proyeksi pertumbuhan lalu lintas hingga tahun 2062. Data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) rencana diperoleh dari Jasa Marga dan digunakan sebagai dasar proyeksi volume lalu lintas pasca-operasional tol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beroperasinya Exit Tol Banyurejo menyebabkan peningkatan volume lalu lintas secara signifikan pada Jalan Klangon–Tempel. Derajat kejenuhan cenderung meningkat signifikan pada 2026 tahun pertama Exit Tol Banyurejo beroperasi menjadi 0,64. Pada tahun 10 tahun yang akan datang nilai derajat kejenuhan melebihi ambang batas (DJ > 0,85) dan tingkat pelayanan jalan D dan mencapai tingkat pelayanan F pada tahun 2040. Untuk menjaga tingkat pelayanan jalan, penelitian ini merekomendasikan penanganan teknis dengan skenario pelebaran jalan tanpa penambahan lajur mampu menurunkan nilai DJ pada tahun 2026 menjadi 0,44 yang menunjukan tingkat pelayanan jalan B dan skenario pelebaran jalan dan penambahan lajur nilai DJ pada tahun 2026 0,22 untuk setiap ruas yang menunjukkan tingkat pelayanan jalan A. Pada kedua skenario diatas menunjukkan peningkatan kualitas tingkat pelayanan jalan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi perencana transportasi dan pemerintah daerah dalam mengelola pengaruh pembangunan infrastruktur tol terhadap jaringan jalan provinsi.

The construction of toll road infrastructure such as the Yogyakarta–Bawen Toll Road has had a significant impact on the surrounding existing road network. One of the directly affected segments is the Klangon–Tempel Road, which functions as an alternative connection to the national road from the Banyurejo Toll Exit. Although this road initially had a relatively low traffic volume, the operation of the toll exit has the potential to cause a significant increase in vehicle flow. Previous studies have mostly focused on urban road network performance or existing technical evaluations, but few have examined the long-term traffic impact of toll exits on non-urban roads using longitudinal projection approaches. This indicates a research gap that necessitates a study focused on evaluating road performance resulting from new infrastructure interventions within the context of sustainable transportation planning.This study aims to analyze the traffic performance and Level of Service (LOS) on the Klangon–Tempel Road segment as a result of the operation of the Banyurejo Toll Exit.

 The analysis is conducted using the Indonesian Highway Capacity Guidelines (PKJI) 2023, which includes evaluation of traffic volume, road capacity, volume-to-capacity ratio (V/C), travel speed, and projected traffic growth up to the year 2062. The planned Average Daily Traffic (ADT) data is obtained from Jasa Marga and serves as the basis for forecasting traffic volume after the toll road becomes operational.

The results of the study show that the operation of the Banyurejo Toll Exit caused a significant increase in traffic volume on Klangon–Tempel Road. The V/C ratio increased significantly in 2026, the first year of toll exit operation, reaching 0.64. Within the next 10 years, the V/C ratio is projected to exceed the threshold (V/C > 0.85), with LOS deteriorating to level D, and reaching level F by 2040. To maintain road performance, this study recommends technical interventions. A road widening scenario without adding lanes can reduce the V/C ratio in 2026 to 0.44, corresponding to LOS B. Meanwhile, a scenario combining road widening and lane addition reduces the V/C ratio in 2026 to 0.22 per direction, indicating LOS A. Both scenarios show significant improvements in road service quality. These findings are expected to serve as a basis for transportation planners and local governments in managing the impact of toll road infrastructure on provincial road networks.

Kata Kunci : Kinerja Ruas Jalan, Volume Lalu Lintas, Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tingkat Pelayanan.

  1. S1-2025-477741-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477741-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477741-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477741-title.pdf