Laporkan Masalah

Relationsip Between Belief Regarding the Importance of Romantic Relationship and Disordered Eating Behaviors in Young Women Mediated by Fear of Being Single

Simta Agatha Conradine Girsang, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

 Keyakinan seseorang tentang pentingnya hubungan romantis berkorelasi langsung dengan tingkat keterlibatan mereka dalam menjalin hubungan romantis. Studi ini meneliti bagaimana pandangan perempuan muda tentang pentingnya hubungan romantis berhubungan dengan perilaku makan yang tidak sehat, dengan menyorot peran ketakutan menjadi lajang sebagai faktor mediator. Media, nilai-nilai budaya, dan ekspektasi keluarga kerap melanggengkan gagasan bahwa hubungan romantis merupakan pencapaian penting dalam hidup, sehingga menimbulkan tekanan besar bagi dewasa muda untuk menjalin hubungan romantis. Kecemasan menjadi lajang ini dapat mempengaruhi persepsi diri dan citra tubuh mereka. Sebanyak 170 perempuan Indonesia berusia 18 hingga 25 tahun berpartisipasi dalam studi ini dengan mengisi kuesioner yang mengukur pola makan tidak sehat, keyakinan terhadap pentingnya hubungan romantis, dan ketakutan menjadi lajang. Hasilnya menunjukkan hubungan yang kompleks: semakin kuat keyakinan terhadap pentingnya hubungan romantis, semakin rendah tingkat perilaku makan yang tidak sehat (Estimasi = ?0.463, p = 0.005, SE = 0.163). Namun, ketika ada rasa takut menjadi lajang, keyakinan tersebut justru menjadi faktor risiko (Estimasi = 0.147, p = 0.023, SE = 0.064). Dalam konteks ini, rasa takut menjadi lajang memperburuk perilaku makan yang tidak sehat dan melemahkan efek protektif dari keyakinan akan pentingnya hubungan romantis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun menilai hubungan romantis sebagai hal yang penting dapat memberikan perlindungan terhadap perilaku makan yang tidak sehat, efek tersebut dapat berkurang jika disertai dengan ketakutan yang kuat akan kesendirian. Kombinasi antara keinginan kuat untuk menjalin hubungan romantis dan kecemasan akan status lajang dapat berkontribusi terhadap perkembangan dan keberlanjutan perilaku makan yang tidak sehat di kalangan perempuan muda.

The degree to which an individual is invested in romantic relationships are directly related to their belief regarding the importance of romantic relationships. This study explores how young women’s views about the importance of romantic relationships are related to disordered eating behaviors, with a focus on the role of fear of being single as a possible link between the two. Mass media, cultural, and familial pressures perpetuate the notion that romantic relationships are essential for personal fulfillment, imposing a significant strain on young adults to be in partnerships during this stage of life. Young adult's anxiety around singlehood may affect their self-perception and body image. A total of 170 Indonesian women aged 18 to 25 participated in this study by completing questionnaires that measured disordered eating patterns, beliefs about romantic relationships, and fear of being single. The findings revealed a complex relationship. Stronger beliefs regarding the importance of romantic relationships associated with lower levels in disordered eating behaviors (Estimate = ?0.463, p = 0.005, SE = 0.163). Conversely, the presence of fear of being single transformed romantic importance beliefs into a risk factor (Estimate = 0.147, p = 0.023, SE = 0.064). Fear of being single was found to exacerbate disordered eating behaviors and weaken the protective effects of valuing romantic relationships. The results suggest that a desire for a relationship, along with the fear of remaining single, may contribute to the development and persistence of disordered eating behaviors.

Kata Kunci : fear of being single, disordered eating, romantic relationship ketakutan menjadi lajang, gangguan makan, hubungan romantis

  1. S1-2025-475149-abstract.pdf  
  2. S1-2025-475149-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-475149-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-475149-title.pdf