Laporkan Masalah

Pemetaan Indikator Kesehatan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2023

Dhea Edvy Permata Putri, Dr. Rita Dian Pratiwi, S. Kep., M.P.H

2025 | Tugas Akhir | D4 MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN

Latar Belakang: Pemetaan indikator capaian kesehatan merupakan upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi derajat kesehatan masyarakat. Hal ini penting dilakukan, karena bermanfaat bagi pengambil kebijakan agar dapat merancang program yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan wilayah serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya untuk kesehatan diri sendiri dan lingkungan.

Tujuan: Pembuatan peta pada indikator kesehatan keluarga, pengendalian penyakit menular, pengendalian penyakit tidak menular, dan kesehatan lingkungan berdasarkan faktor risiko kepadatan penduduk.

Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Analisis data spasial yang digunakan adalah Geographically Weighted Regression. Populasi dalam penelitian ini adalah semua data indikator kesehatan tiap kecamatan di wilayah DIY yang tercantum dalam buku profil kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan DIY tahun 2023. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan aplikasi QGIS dengan teknik choropleth untuk memetakan sebaran masalah kesehatan.

Hasil: Kesehatan keluarga memiliki sebelas variabel, pengendalian penyakit menular memiliki empat variabel, pengendalian penyakit tidak menular memiliki empat variabel, dan kesehatan lingkungan memiliki dua variabel. Masing-masing dapat dipetakan kemudian dilakukan uji korelasi terhadap kepadatan penduduk.

Kesimpulan: Pemetaan terhadap variabel kesehatan menunjukkan variasi yang cukup beragam antar wilayah, baik dari sisi capaian layanan maupun besaran masalah kesehatan. Beberapa wilayah memiliki konsentrasi masalah kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Background: Mapping health milestones is a strategy made to identify the health status of the public. This is important to do, because it is useful for policy makers in order to outline targeted programs according to regional needs and increase public knowledge and awareness, especially for their own health and their environment.

Objective: To develop spatial maps of indicators in maternal and child health, communicable disease control, non-communicable disease control, and environmental health based on population density risk factors.

Methods: This study used an analytical quantitative method with a cross-sectional design. Spatial data analysis conducted using Geographically Weighted Regression. The study population included all sub-district level health indicators data in the DIY, as documented in the 2023 health profiles of the Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota and the Dinas Kesehatan DIY. Mapping was performed using QGIS with the choropleth technique to visualize the distribution of health issues.

Results: The maternal and child health category comprised eleven variables, communicable disease control included four variables, non-communicable disease control had four variables, and environmental health had two variables. Each was mapped and analyzed for correlation with population density.

Conclusion: The mapping of health variables revealed substantial variation across regions in terms of both service coverage and health problem prevalence. Certain areas demonstrated higher concentration of health issues compared to others. Additionally, correlation analysis among variables indicated several significant positive and negative associations.

Kata Kunci : Pemetaan, Indikator Program Kesehatan Masyarakat, GWR/Mapping, Public Health Program Indicators, GWR

  1. D4-2025-480403-abstract.pdf  
  2. D4-2025-480403-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-480403-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-480403-title.pdf