Laporkan Masalah

ANALISIS DAYA DUKUNG KETERSEDIAAN SUMBER AIR DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN MASYARAKAT DI DESA BINANGUN, KECAMATAN KARANGKOBAR, KABUPATEN BANJARNEGARA

Rafindra Putra Pratama, Dr.Agr.Sc. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Sc., IPU, ASEAN Eng.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Ketersediaan air merupakan elemen penting dalam menunjang keberlanjutan kehidupan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan dataran tinggi seperti Desa Binangun. Ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan air dapat menyebabkan kerentanan sosial dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung ketersediaan sumber air dalam memenuhi kebutuhan masyarakat berdasarkan perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air tahunan, serta mengidentifikasi peran vegetasi dan sistem pengelolaan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan pengukuran debit pada 18 mata air menggunakan pendekatan volumetrik. Kebutuhan air dihitung berdasarkan data jumlah penduduk dan penggunaan air untuk sektor domestik, pertanian, peternakan, serta non-domestik, dilengkapi dengan proyeksi kebutuhan hingga tahun 2035. Analisis spasial tutupan lahan dilakukan untuk mengevaluasi peran vegetasi, dan observasi lapangan digunakan untuk menilai sistem pengelolaan air masyarakat, baik formal (PAMSIMAS) maupun swadaya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air tahunan sebesar 384.455,21 m³ berada dalam kondisi surplus terhadap total kebutuhan sebesar 120.064,77 m³, dengan cadangan mencapai 264.390,44 m³. Vegetasi hutan rakyat dan kebun campuran di wilayah hulu berperan penting dalam mempertahankan infiltrasi dan kestabilan debit, sementara tantangan masih terdapat pada distribusi dan pengelolaan di beberapa dusun. Dengan potensi air yang mencukupi, kondisi daya dukung sumber air Desa Binangun dinilai berada dalam status aman, asalkan diiringi dengan penguatan pengelolaan dan konservasi vegetasi secara berkelanjutan.

Water availability is a crucial component in ensuring the sustainability of community life, especially in highland rural areas such as Binangun Village. Imbalances between water supply and demand can lead to social and ecological vulnerabilities. This study aims to analyze the carrying capacity of water sources in fulfilling the community’s needs by comparing annual water availability and demand, while also identifying the role of vegetation and local water management systems in supporting water sustainability.

This research employed a quantitative approach through field surveys and discharge measurements at 18 water springs using the volumetric method. Water demand was calculated based on population data and usage across domestic, agricultural, livestock, and non-domestic sectors, including projections up to 2035. Spatial analysis of land cover was conducted to evaluate the role of vegetation, and field observations were carried out to assess community-based water management systems, both formal (PAMSIMAS) and informal (self-managed).

The findings indicate that annual water availability, totaling 384,455.21 m³, remains in surplus relative to the total annual demand of 120,064.77 m³, resulting in a positive water balance of 264,390.44 m³. Upland vegetation, particularly community forests and mixed gardens, plays a key role in enhancing infiltration and maintaining baseflow stability. Meanwhile, challenges persist in water distribution and management in certain hamlets. Overall, the water resource carrying capacity in Binangun Village is considered sufficient and sustainable, provided that efforts to improve vegetation conservation and water governance continue.

Kata Kunci : daya dukung air, neraca air, kebutuhan masyarakat, vegetasi hulu, pengelolaan sumber air/water carrying capacity, water balance, community demand, upland vegetation, water governance

  1. S1-2025-474939-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474939-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474939-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474939-title.pdf