Pengaruh Adverse Drug Reactions Afatinib Terhadap Kualitas Hidup Pasien Adenokarsinoma Paru Stadium Lanjut
Bayu Prio Septiantoro, Prof. Dr. apt. Mustofa, M.Kes; drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D
2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik
Afatinib merupakan tyrosine kinase inhibitor (TKI) golongan kedua yang mampu menghambat secara ireversibel epidermal growth factor receptor (EGFR) termasuk pada mutasi yang tidak umum. Namun, afatinib mempunyai angka kejadian adverse drug reactions (ADRs) yang lebih tinggi dibandingkan TKI lain. Pada kasus kanker stadium lanjut, salah satu fokus utama terapinya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Beberapa penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa terjadinya ADRs dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian ADRs akibat afatinib, menilai kualitas hidup, serta melihat pengaruh ADRs terhadap kualitas hidup pada pasien dengan adenokarsinoma paru stadium lanjut.
Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Pengambilan data selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2025 di Poliklinik Onkologi RSUP Dr. Kariadi dan RSUP Dr. Sardjito. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner EORTC QLQ-C30 yang sudah berbahasa Indonesia dan tervalidasi. Sedangkan penilaian ADRs menggunakan algoritma Naranjo dari wawancara, hasil pemeriksaan, dan diagnosa dokter di rekam medis. Data pengaruh ADRs terhadap kualitas hidup dianalisis secara statistik menggunakan uji oneway ANOVA.
Total sebanyak 30 pasien adenokarsinoma paru stadium lanjut yang diterapi menggunakan afatinib masuk kedalam penelitian ini. Sebanyak 25 pasien (83,33%) mengalami ADRs pada saat pengambilan data dilakukan. Terdapat 60 kejadian ADRs yang teridentifikasi pada penelitian ini, yaitu akne (13 kejadian), diare (12 kejadian), mual (9 kejadian), pruritus (6 kejadian), paronikia (5 kejadian), mukositis oral (5 kejadian), muntah (5 kejadian), kulit kering (4 kejadian), dan pioderma (1 kejadian). Skor rata-rata kualitas hidup untuk domain fungsional adalah 78,31 ± 18,71, domain gejala 21,90 ± 20,79, dan domain kesehatan global 75,55 ± 20,29. Adanya ADRs diare dan mual dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Diare secara signifikan menurunkan kualitas hidup pada domain fungsional dan gejala. Sedangkan mual menurunkan kualitas hidup pada semua domain. Tatalaksana yang agresif pada kedua ADRs tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas hidup pasien.
Afatinib is a second-generation tyrosine kinase inhibitor (TKI) that can irreversibly inhibit the epidermal growth factor receptor (EGFR), including in uncommon mutations. However, afatinib has a higher incidence of adverse drug reactions (ADRs) compared to other TKIs. In cases of advanced cancer, one of the main focuses of therapy is to improve the patient's quality of life. Several previous studies have shown that the occurrence of ADRs can significantly reduce quality of life. This study aims to determine the incidence of ADRs due to afatinib, assess quality of life, and see the effect of ADRs on quality of life in patients with advanced lung adenocarcinoma.
The design of this study was a cross-sectional study. Data collection was carried out for three months, from January to March 2025 at the Oncology Polyclinic of Dr. Kariadi Hospital and Dr. Sardjito Hospital. Measurement of quality of life using the EORTC QLQ-C30 questionnaire which is already in Indonesian and has been validated. Meanwhile, the assessment of ADRs uses the Naranjo algorithm from interviews, examination results, and doctor's diagnoses in medical records. Data on the effect of ADRs on quality of life were analyzed statistically using the one-way ANOVA test.
Total of 30 patients with advanced lung adenocarcinoma treated with afatinib were included in this study. Twenty-five patients (83,33%) experienced ADRs at the time of data collection. There were 60 ADRs identified in this study, acne (13 events), diarrhea (12 events), nausea (9 events), pruritus (6 events), paronychia (5 events), oral mucositis (5 events), vomiting (5 events), dry skin (4 events), and pyoderma (1 event). The average quality of life score for the functional domain was 78,31 ± 18,71, the symptom domain 21,90 ± 20,79, and the global health domain 75,55 ± 20,29. The presence of diarrhea and nausea ADRs can affect the patient's quality of life. Diarrhea significantly decreased the quality of life in the functional and symptom domains. While nausea decreased the quality of life in all domains. Aggressive management of both ADRs is needed to maintain the patient's quality of life.
Kata Kunci : Kanker Paru, Adenokarsinoma Paru, Afatinib, Adverse Drug Reactions, Kualitas Hidup