Studi ERP N400 pada Pengaruh Pronomina Formal, Informal, dan Betawi dalam Bahasa Indonesia terhadap Pemrosesan Pragmatik
Asep Amrillah, Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 PsikologiPemrosesan pragmatik berkaitan denna proses otak dalam memahami makna bahasa berdasarkan konteks sosial dan hubungan antarpenutur. Salah satu hal penting dalam pragmatik adalah penggunaan pronomina, yang dalam Bahasa Indonesia dapat berupa pronomina formal, informal, dan khas Betawi, seperti "gue-elo". Penggunaan pronomina menjadi strategi penting dalam menyesuaikan bahasa dengan relasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek penggunaan pronomina formal, informal, dan Betawi terhadap pemrosesan pragmatik dalam konteks kesantunan, dengan mempertimbangkan arah komunikasi. Sebanyak 30 partisipan berusia 18-30 tahun dari Jakarta dan Yogyakarta mengikuti eksperimen ini dengan tugas sebanyak 432 stimulus. Aktivitas otak direkam menggunakan EEG 64 channel dan dianalisis menggunakan ERP yang berfokus pada gelombang N400. Komponen N400 merupakan gelombang yang merepresentasikan pemrosesan bahasa. Hasil analisis dari ANOVA nonparametrik, FriedmanTest dan ART, menunjukkan bahwa gelombang N400 muncul pada semua kondisi, dengan efek signifikan ditemukan pada pronomina formal. Sebaliknya, pronomina informal dan Betawi tidak menunjukkan efek yang signifikan. Tidak ditemukan interaksi signifikan antara jenis pronomina dan domisili partisipan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman bahasa dipengaruhi oleh konteks sosial saat merespon pronomina. Sensitivitas ini berpengaruh pada efektivitas komunikasi dan respons emosional.
Pragmatic processing refers to the brain's ability to comprehend language meaning based on social context and the relationship between speakers. One crucial aspect of pragmatics is the use of pronouns, which in Bahasa Indonesia can include formal, informal, and Betawi-specific forms such as "gue-elo". Pronoun usage serves as a key strategy in aligning language with social relations. This study aims to examine the effects of formal, informal, and Betawi pronouns on pragmatic processing in the context of politeness and communication. A total of 30 participants aged 18-30 from Jakarta and Yogyakarta took part in the experiment, completing 432 stimuli. Brain activity was recorded using a 64-channel EEG and analysed through Event-Related Potentials (ERP), focusing on the N400 component. The N400 is a brain wave that reflects language comprehension. Analyses using nonparametric ANOVA, Friedman Test and ART, revealed that the N400 component was elicited in all conditions, with significant effects found for formal pronouns. In contrast, informal and Betawi pronouns did not yield participants' domicile. These findings suggest that language comprehension is sensitive to social context when processing pronouns. This sensitivity influences communication effectiveness and emotional response.
Kata Kunci : pemrosesan pragmatik, pronomina formal, pronomina informal, pronomina Betawi, N400.