Laporkan Masalah

Fabrikasi dan Pengujian Electrospun Nanofiber Poly (Epsilon-Caprolactone)/Polyethylene Oxide yang Mengandung Oksitetrasiklin Hidroklorida sebagai Kandidat Pembalut Luka

Henny Afiyanti, Dr. Eng. Ahmad Kusumaatmaja, S.Si., M.Sc.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Infeksi merupakan salah satu tantangan terbesar dalam proses penyembuhan luka, khususnya karena adanya prevelensi strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Untuk mengurangi dampak resistansi antibiotik, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pengembangan sistem pengiriman lokal antibiotik yang bertujuan untuk mempertahankan konsentrasi antibiotik yang optimal dalam jangka waktu yang lebih lama di area luka. Salah satu pendekatan inovatif yang banyak diteliti adalah penggunaan pembalut luka berbasis nanofiber sebagai penghantar antibiotik. Nanofiber yang dihasilkan memiliki morfologi yang kontinyu dan bebas dari manik-manik, dengan diameter berkisar 772-1145 nm. Nanofiber ini juga menunjukkan karakteristik termal yang baik, dengan pengurangan massa yang tidak signifikan hingga suhu 200°C. Selain itu, nanofiber ini juga cukup baik dalam menghantarkan obat, hingga mencapai pelepasan penuh (?100%) pada 240 jam. Pelepasan obat yang baik ini juga diikuti dengan performa antibakteri yang baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus (12,9 mm) dan Eschericia coli (19,7 mm). Oleh karena itu, nanofiber PCL/PEO/OTCH sebagai pembalut luka dinilai menjanjikan berdasarkan karakteristik-karakteristik tersebut.

Infection is one of the biggest challenges in the wound healing process, especially due to the prevalence of antibiotic-resistant bacterial strains. To mitigate the burden of antibiotic resistance, various strategies have been implemented, including the development of antibiotic delivery systems designed to maintain optimal antibiotic concentrations in the wound area over an extended period. One innovative approach that has been widely researched is the usage of nanofiber-based wound dressings as antibiotic delivery. The resulting nanofibers exhibited a continuous morphology free of beads, with diameters ranging from 772 to 1145 nm. These nanofibers also demonstrated good thermal stability, showing no significant mass loss to 200?°C. In addition, the fibers enabled effective drug delivery, achieving complete drug release (?100%) within 240 hours. This efficient release performance was accompanied by notable antibacterial activity, with inhibition zones of 12.9 mm against Staphylococcus aureus and 19.7 mm against Escherichia coli. Overall, the PCL/PEO/OTCH nanofibers present promising characteristics as wound dressing materials. 

Kata Kunci : infeksi, nanofiber, oksitetrasiklin hidroklorida, poly(caprolactone), polyethylene oxide

  1. S2-2025-527354-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527354-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527354-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527354-title.pdf