Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman semusim dengan Automated land Evaluation System di delta Progo bagian Timur kab. daerah tingkat II Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Maryati, Drs. Tukidal Yuniato, M.Sc
1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di Delta Progo bagian Timur, Kabupaten DATI II Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luas wilayah 5529,50 Ha. Tujuan penelitian ini adalah evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawah, kacang tanah, kedelai, sayuran, bawang putih dan semangka serta membuat perencanaan pola penggunaan lahan Delta Progo bagian Timur untuk pertanian, terutama untuk tanaman padi sawah, kacang tanah, kedelai, sayuran, bawang putih dan semangka. Metode penelitian menggunakan metode survei, sedangkan penentuan titik sampel secara "Stratified Purposive Sampling" dengan strata satuan lahan yang disusun berdasarkan tumpang susun antara peta bentuklahan, peta tanah dan peta penggunaan lahan. Tumpang susun dilakukan dengan menggunakan ARC-INFO. Daerah penelitian mempunyai 47 satuan lahan, satuan lahan yang penggunaan lahannya berupa permukiman tidak diambil sampel dan tidak dievaluasi. Kesesuaian lahan yang dinilai adalah kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial. Proses evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan program ALES sampai pada tingkat subkelas yang disertai dengan faktor pembatas. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk peta kesesuaian lahan potensial skala 1: 50000. Hasil penelitian menunjukkan daerah penelitian mempunyai lahan seluas 2721,62 Ha yang sesuai untuk tanaman semusim, 65,80 Ha tidak sesuai untuk tanaman semusim dan 2695,60 Ha digunakan untuk permukiman. Penggunaan lahan yang ada sekarang tidak sesuai dengan kelas kesesuaian lahannya. Bagian selatan daerah penelitian yang berupa beting gisik muda, gumuk pasir dan beting gisik tua mempunyai kelas kesesuaian lahan sesuai marginal untuk tanaman semangka dan kacang tanah sehingga daerah ini dapat dikembangkan untuk mengatasi masalah semakin menyempitnya lahan pertanian. Pembatas lahan yang paling berat adalah media perakaran (tekstur dan drainase) dan medan (kemiringan lereng). Pembatas lahan yang lain berupa bahaya banjir, hara tersedia, kegaraman, retensi hara, ketersediaan air, temperatur dan bahaya erosi. Usaha perbaikan lahan yang perlu dilakukan adalah pemupukan, pengapuran/ penambahan bahan organik, perbaikan sistem drainase dan peningkatan sistem irigasi.
-
Kata Kunci : Tanaman semusim,evaluasi kesesuaian lahan,DIY,Bantul,automated land evaluation system