Perubahan bentuk penggunaan lahan kota Wates Kulon Progo antara tahun 1987 - dan tahun 1997
Mochammad Komaruddin, Drs. St. M. Tohardi; Drs. Su Ritohardoyo, M.A.
1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini mengenai Perubahan Bentuk Penggunaan Lahan Kota Wates Kabupaten Kulonprogo Antara Tahun 1987 dan Tahun 1996. Daerah penelitian meliputi tiga desa, yaitu Desa Wates, Desa Pengasih, dan Desa Bendungan. Sejalan dengan perkembangan Kota Wates, fasilitas dan sarana prasarana di Kota Wates terus meningkat. Pesatnya perkembangan Kota Wates dalam kurun waktu dasa warsa terakhir telah mendorong penduduk melakukan perubahan bentuk penggunaan lahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui luas perubahan bentuk penggunaan lahan yang terjadi antara tahun 1987 dan tahun 1996, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan bentuk penggunaan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan penentuan daerah penelitian digunakan teknik purposive sampling, yaitu Kota Wates Daerah Dati II Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan responden sebanyak 90 responden, dilakukan dengan cara proporsional atau acak berimbang, yaitu banyaknya sampel yang dipilih berimbang secara proporsional dengan jumlah populasi pada masing-masing wilayah. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung. Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi pemerintah terkait yang berhubungan dengan penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi, tabel silang, dan selanjutnya digunakan uji statistik metode Product Moment Corelation dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata luas perubahan bentuk penggunaan lahan per responden dalam kurun waktu tahun 1987-1991 lebih sempit dibanding dalam kurun waktu tahun 1992-1996. Selain itu terbukti juga bahwa rata-rata luas perubahan bentuk penggunaan lahan responden dari lahan pertanian ke lahan perusahaan dan lahan jasa lebih luas dari perubahan bentuk penggunaan lahan pertanian ke lahan perumahan. Agihan luas perubahan bentuk penggunaan lahan menurut tipologi atau lokasi lahan menunjukkan perbedaan yang nyata. Luas perubahan bentuk penggunaan lahan menurut jarak lahan dari jalan raya, jarak dari pasar dan rumah sakit, menunjukkan bahwa semakin dekat jarak lahan maka semakin luas perubahan bentuk penggunaan lahannya. Kondisi sosio-ekonomi responden seperti pendidikan, juga mempengaruhi luas perubahan bentuk penggunaan lahan.
-
Kata Kunci : Perubahan penggunaan lahan,Perubahan lahan,Wates,Kulonprogo,DIY