Persepsi Stakeholder Terhadap Penerapan Aplikasi SIMANTAB di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman
Khansa Hafshah Salmanisaa, Surani Hasanati, S.Si., M.Sc.
2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Kalurahan Umbulharjo merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sleman yang masuk ke dalam kawasan Rawan Bencana. Erupsi Gunung Merapi menjadi salah satu ancaman bencana yang paling besar daripada bencana yang lain. Permukiman yang cukup padat dan pemanfaatan kawasan rawan bencana sebagai lokasi pariwisata menjadi salah satu faktor pendorong adanya pengembangan mitigasi bencana yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menciptakan inovasi untuk mitigasi bencana di Kabupaten Sleman. Salah satu inovasi yang diciptakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman adalah Aplikasi SIMANTAB (Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana).
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi persepsi stakeholder dan mengkaji harapan stakeholder mengenai penerapan aplikasi SIMANTAB di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif induktif, yaitu dari informasi khusus ke umum. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam, observasi, dan melalui data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi stakeholder terhadap penerapan aplikasi SIMANTAB di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman memiliki respon yang cukup baik karena aplikasi SIMANTAB menjadi penunjang mitigasi bencana yang sudah ada sebelumnya serta dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat yang menggunakan meskipun belum maksimal, sehingga perlu adanya pengembangan aplikasi agar aplikasi SIMANTAB dapat memberikan manfaat yang lebih banyak dalam proses penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman khususnya Kalurahan Umbulharjo. Terdapat beberapa tema yang muncul dari informasi yang diperoleh, yaitu pengetahuan dan pemahaman mengenai aplikasi SIMANTAB, peringatan kejadian bencana, pelaporan kejadian bencana, manfaat aplikasi SIMANTAB, pengembangan aplikasi, kerja sama pemerintah, tantangan aplikasi SIMANTAB, sosialisasi dan pelatihan, serta kondisi kesiapsiagaan masyarakat. Hasil pengelompokan tema-tema tersebut memunculkan empat konsep, yaitu strategi pemerintah, urgensi pengembangan aplikasi, implementasi mitigasi bencana, dan kesiapsiagaan. Konsep tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain yang menciptakan hubungan proses terbentuknya kesiapsiagaan yang baik bagi masyarakat Kalurahan Umbulharjo. Harapan stakeholder terhadap penerapan aplikasi SIMANTAB, yaitu peningkatan sistem dan fitur dalam aplikasi serta perlunya perluasan sosialisasi dan pelatihan mengenai aplikasi SIMANTAB kepada seluruh masyarakat di Kalurahan Umbulharjo tanpa terkecuali, sehingga masyarakat yang menggunakan aplikasi SIMANTAB dapat memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum menggunakan aplikasi SIMANTAB.
Umbulharjo Village is one of the areas in Sleman Regency categorized as a disaster-prone zone. Among various potential hazards, the eruption of Mount Merapi poses the most significant threat. The high population density and the utilization of disaster-prone areas for tourism purposes are among the driving factors necessitating the development of more effective disaster mitigation efforts. The Sleman Regency Government continuously strives to develop innovative strategies for disaster mitigation. One of the innovations initiated by the Regional Disaster Management Agency/Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) of Sleman Regency is the SIMANTAB application (Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana/Sleman Disaster Resilience Information System).
The research objective is to identify stakeholder perceptions and analyze their expectations regarding the implementation of the SIMANTAB application in Umbulharjo Village, Cangkringan District, Sleman Regency. This research adopts an inductive qualitative approach, which proceeds from specific findings toward general conclusions. Data collection techniques include in-depth interviews, direct observations, and secondary data analysis.
The result showed that stakeholders hold generally positive perceptions toward the implementation of the SIMANTAB application in Umbulharjo Village. The application is viewed as a supporting tool that complements existing disaster mitigation systems and contributes to enhancing the disaster preparedness of the community. However, its current use is not yet optimal, indicating the need for further development to maximize the application’s benefits in disaster management, particularly in Umbulharjo Village. Several themes emerged from the information gathered, including knowledge and understanding of the SIMANTAB application, disaster event warnings, disaster event reporting, the benefits of the application, application development, government collaboration, challenges in application usage, socialization and training, and community preparedness conditions. These themes were further categorized into four major concepts: government strategy, urgency of application development, implementation of disaster mitigation, and preparedness. These concepts are interrelated and collectively contribute to building a process that leads to improved community preparedness in Umbulharjo Village. Stakeholders expressed expectations regarding the enhancement of the application’s systems and features, as well as the need for expanded outreach and training on the use of the SIMANTAB application for all members of the community in Umbulharjo Village. This is expected to ensure that the community will attain a higher level of preparedness compared to before the implementation of the application.
Kata Kunci : aplikasi SIMANTAB, kesiapsiagaan, mitigasi bencana, persepsi