Laporkan Masalah

Geologi Pengembangan Wilayah Untuk Kawasan Permukiman Kalurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Daerah Istimewa Yogayakarta

Muhammad Fatkhurizal Muhaimin, Dr.Eng. Ir. Wawan Budianta, S.T., M.Sc., IPM. ; Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng., IPM.

2025 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Kalurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta berada di wilayah strategis dengan laju peningkatan penduduk dan aktivitas yang tinggi akibat adanya pembangunan infrastruktur jalan kepariwisataan Sleman - Gunungkidul. Geologi pengembangan wilayah untuk kawasan permukiman dapat menilai kelayakan lahan yang memperhatikan parameter geologi dan potensi bahaya geologi. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder untuk dianalisis sehingga menghasilkan zonasi kelayakan lahan untuk kawasan permukiman. Data primer dan sekunder diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan melakukan pembobotan parameter dan subparameter. Penelitian menggunakan 6 parameter sesuai dengan bobot prioritasnya, yaitu parameter kekerasan batuan (17,8%), kelerengan (22,5%), kedalaman muka air tanah (8,7), TDS (5,7%), pH (4,6%), kerentanan bencana geologi (29.2%). Kemudian dilakukan overlay pada peta-peta tersebut untuk menghasilkan peta zonasi kemampuan lahan sebagai kawasan pemukiman. Kalurahan Sambirejo terbagi menjadi 3 zonasi kelayakan lahan kawasan permukiman, yaitu zona sangat mampu (25%), zona mampu (45%), dan zona kurang mampu (30%). Penelitian ini menjadi dasar informasi dan rekomendasi bagi pemerintah dan masyarakat dalam menentukan lokasi permukiman sesuai dengan kelayakan lahan terhadap parameter geologi dan potensi bahaya geologi. Dibutuhkan rekayasa geologi teknik pada zona kurang mampu.

Kalurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta berada di wilayah strategis dengan laju peningkatan penduduk dan aktivitas yang tinggi akibat adanya pembangunan infrastruktur jalan kepariwisataan Sleman - Gunungkidul. Geologi pengembangan wilayah untuk kawasan permukiman dapat menilai kelayakan lahan yang memperhatikan parameter geologi dan potensi bahaya geologi. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder untuk dianalisis sehingga menghasilkan zonasi kelayakan lahan untuk kawasan permukiman. Data primer dan sekunder diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan melakukan pembobotan parameter dan subparameter. Penelitian menggunakan 6 parameter sesuai dengan bobot prioritasnya, yaitu parameter kekerasan batuan (17,8%), kelerengan (22,5%), kedalaman muka air tanah (8,7), TDS (5,7%), pH (4,6%), kerentanan bencana geologi (29.2%). Kemudian dilakukan overlay pada peta-peta tersebut untuk menghasilkan peta zonasi kemampuan lahan sebagai kawasan pemukiman. Kalurahan Sambirejo terbagi menjadi 3 zonasi kelayakan lahan kawasan permukiman, yaitu zona sangat mampu (25%), zona mampu (45%), dan zona kurang mampu (30%). Penelitian ini menjadi dasar informasi dan rekomendasi bagi pemerintah dan masyarakat dalam menentukan lokasi permukiman sesuai dengan kelayakan lahan terhadap parameter geologi dan potensi bahaya geologi. Dibutuhkan rekayasa geologi teknik pada zona kurang mampu.

Kata Kunci : parameter geologi dan potensi bahaya geologi, Analytical Hierarchy Process, geologi pengembangan wilayah untuk kawasan permukiman

  1. S1-2025-482518-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482518-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482518-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482518-title.pdf