PERBANDINGAN LUAS PERMUKAAN VILI JEJUNUM ANTARA AYAM BROILER DENGAN OMFALITIS YANG TIDAK DIOBATI DAN DIOBATI DENGAN ANTIBIOTIK
Nur Amira Syahirah Bt Mohd Mazlan, 2. Dr. drh. Bambang Sutrisno, M.P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Omphalitis atau umum juga dikenal sebagai mushy chick disease dan penyakit pusar pada ayam karena penyakit ini memiliki ciri khusus yaitu kantung pusar yang tidak mampu menutup secara sempurna. Infeksi pada daerah pusar yang dapat menyebar sistemik melalui peredaran darah, menyebabkan gangguan pada berbagai organ, termasuk saluran pencernaan seperti jejunum. Infeksi ini memicu respons inflamasi sistemik yang dapat merusak integritas mukosa usus, termasuk vili jejunum. Akibatnya, terjadi perubahan histologis seperti atrofi vili, pemendekan, penurunan luas permukaan, dan kerusakan epitel, yang pada akhirnya mengurangi kemampuan absorpsi nutrien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Luas Permukaan Vili Jejunum Antara Ayam Broiler Dengan Omfalitis Yang Tidak Diobati Dan Diobati Dengan Antibiotik.
Omphalitis
atau umum juga dikenal sebagai mushy chick disease dan penyakit pusar pada ayam
karena penyakit ini memiliki ciri khusus yaitu kantung pusar yang tidak mampu
menutup secara sempurna. Infeksi pada daerah pusar yang dapat menyebar sistemik
melalui peredaran darah, menyebabkan gangguan pada berbagai organ, termasuk
saluran pencernaan seperti jejunum. Infeksi ini memicu respons inflamasi
sistemik yang dapat merusak integritas mukosa usus, termasuk vili jejunum.
Akibatnya, terjadi perubahan histologis seperti atrofi vili, pemendekan,
penurunan luas permukaan, dan kerusakan epitel, yang pada akhirnya mengurangi
kemampuan absorpsi nutrien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan
Luas Permukaan Vili Jejunum Antara Ayam Broiler Dengan Omfalitis Yang Tidak
Diobati Dan Diobati Dengan Antibiotik. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor
ayam broiler. 12 ekor ayam broiler dibagi menjadi 2 kelompok ayam. Tiap
kelompok ayam terdiri atas 6 ekor ayam menderita omfalitis yang diobati dan 6
ekor ayam menderita omfalitis yang tidak diobati dengan antibiotik
ciprofloxacin yang dipelihara 30 hari. Pada umur 30 hari, dilakukan nekropsi
pada seluruh ayam kemudian masing-masing diambil sampel jejunum. Sampel
tersebut, dibuat preparat histopatologi. Pada masing-masing preparat, dipilih 2
vili jejunum untuk dilakukan pengukuran tinggi dan lebar menggunakan software
Image Raster 3. Hasil pengukuran kemudian digunakan untuk menghitung luas
permukaan vili jejunum menggunakan rumus L = ? × panjang × lebar, dengan ? (pi)
= 3.1416. Hasil luas permukaan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Uji T
Independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian antibiotik pada
ayam yang mengalami omfalitis memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
struktur histologis vili usus halus. Ayam dengan omfalitis yang diobati dengan
antibiotik ciprofloxacin memperlihatkan panjang dan lebar vili yang lebih
besar, sehingga menghasilkan luas permukaan vili antara ±?0.31 hingga 0.45 mm².
Sebaliknya, ayam yang tidak diobati dengan antibiotik ciprofloxacin menunjukkan
vili yang lebih pendek dan sempit, dengan luas permukaan yang hanya berkisar
antara ±?0.13 hingga 0.25 mm². Hasil dari Uji T Independence (n=22) adalah
P<0>
Kata Kunci : Ayam, Omfalitis, Vili Jejunum, Luas Permukaan