Peran Individualizing Foundations dan Empati terhadap Keterlibatan Konstruktif pada Saksi Perundungan Siber
Olyn Silvania, Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si.
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Perundungan siber telah menjadi permasalahan kesehatan mental masyarakat karena memberikan dampak negatif yang instan, luas, dan permanen terhadap korbannya. Keterlibatan konstruktif dari saksi perundungan siber dapat membantu meminimalisir insiden perundungan siber dan melindungi korban secara efektif. Studi kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui peran individualizing foundations dan empati terhadap keterlibatan konstruktif pada saksi perundungan siber. Pengumpulan data menggunakan Skala Individualizing Foundations, Skala Empati, dan Skala Keterlibatan Konstruktif. Partisipan penelitian merupakan 324 pengguna media sosial berusia 19-40 tahun yang pernah menyaksikan minimal satu bentuk perundungan siber dalam kurun enam bulan terakhir. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa individualizing foundations dan empati secara simultan mampu menjelaskan 10,8% variasi dari keterlibatan konstruktif, sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Temuan tambahan menunjukkan perbedaan keterlibatan konstruktif yang signifikan antara status penggunaan media sosial aktif dan pasif. Lalu, terdapat perbedaan keterlibatan konstruktif yang signifikan antara kelompok usia 19-29 tahun dan 30-40 tahun. Implikasi teoretis dari studi ini adalah memberikan peluang bagi peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi konsep keterlibatan konstruktif dalam konteks perundungan siber. Studi ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan praktisi, pendidik, dan keluarga dalam memperkuat individualizing foundations dan empati secara berkelanjutan melalui sejumlah langkah praktis.
Cyberbullying is now well established as a public mental health problem because it has instant, wide-ranging, and permanent negative psychological impact on victims. Therefore, constructive intervention from bystanders can help minimize cyberbullying incidents and protect victims effectively. This quantitative study aimed to examine the role of individualizing foundations and empathy in constructive intervention among cyberbullying bystanders. Data was collected using the Individualizing Foundations Scale, Empathy Scale, and Constructive Intervention Scale. Participants were 324 social media users aged 19-40 who had witnessed at least one cyberbullying form in the last six months. The results of multiple linear regression showed that individualizing foundations and empathy simultaneously explained 10.8% of the variation in constructive intervention. Based on these findings, it can be concluded that the research hypothesis was accepted. Additional findings indicate significant differences in constructive intervention between active and passive social media usage status. Furthermore, there was significant differences in constructive intervention between 19-29 years old and 30-40 years old. The theoretical implications of this study provide opportunities for future researchers to explore constructive intervention in cyberbullying context. This study emphasized the importance of involvement from practitioners, educators, and families in strengthening individualizing foundations and empathy sustainably through several practical steps.
Kata Kunci : saksi perundungan siber, keterlibatan konstruktif, individualizing foundations, empati